Video Frame

VIDEO FRAME: Bubur Daging Masjid Al-Mahmudiyah, Nikmat & Melegenda Sejak Satu Abad Lalu

Bulan Ramadan merupakan bulan barokah. Selain berpuasa, umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan

"Sejak saya tinggal di masjid ini pada tahun 1971, mulai masak bubur sejak tahun 1993, tidak ada yang berubah untuk tradisi pada bulan puasa, bagi-bagi bubur," ujarnya kepada Tribun Sumsel.com, Rabu (23/5/2018).

Baca: Pesan Go Food Seharga 400 Ribu, Driver Gojek Ini Kaget Saat Sampai Tujuan,Ternyata Pembelinya Begini

Menurut Kartibi, tak kurang dari 100 porsi bubur daging habis setiap harinya karena bubur ini terkenal karena kenikmatannya, apalagi disantap saat perut kosong setelah seharian berpuasa. 

Bahkan yang mengantri untuk menikmati bubur bukan hanya warga yang bermukim di sekitar masjid, tapi juga masyarakat yang tinggal jauh dari Masjid Suro. 

Baca: Dulu Nakal, 6 Artis Cantik Ini Berubah Total Kenakan Cadar, No 5 Hoby Pamer Aurat

Mereka yang mengantri pun berasal dari rentang umur yang beragam, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

"Bubur ini ada yang dibagikan untuk anak-anak, ada yang untuk jamaah masjid," kata Kartibi.

Sekilas tidak ada yang mencolok dari bubur daging Masjid Suro. Bubur yang berbahan dasar beras, kecap, bumbu sop dan potongan daging sapi tersebut tampak seperti bubur daging biasa. 

Baca: 7 Fakta Mengagumkan Salah, dari Sujud Syukur Hingga Berkah Ramainya Pengunjung Masjid di Inggris

Namun karena rasanya yang lezat, antrian untuk memperoleh bubur daging Masjid Suro selalu panjang mengular setiap harinya.

"Setiap hari warga antri untuk mendapatkan bubur. Beginilah kalau pas Ramadan," kata Kartibi yang telah 25 tahun menjadi juru masak bubur di Masjid Suro.

Konon, tradisi memasak dan membagikan bubur daging tersebut sudah digelar sejak Masjid Al-Mahmudiyah atau Masjid Suro didirikan pada abad ke-19, tepatnya tahun 1824.

Baca: Heboh Konflik Elly Sugigi & Putrinya Rebutan Brondong,Video Ini Buktikan Hal Itu Bohong,Netizen Muak

Masjid Al-Mahmudiyah sendiri merupakan salah satu masjid tertua di Kota Palembang.

Halaman
123
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved