Berita Muratara

Yayasan Korban Pemekaran Muratara Dapat Bantuan Danah Hibah Untuk Modal Usaha

Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)

Yayasan Korban Pemekaran Muratara Dapat Bantuan Danah Hibah Untuk Modal Usaha
tribunsumsel.com/Farlin Addian
Yayasan Korban Pemekaran Muratara Dapat Batuan Danah Hibah Untuk Modal Usaha 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berikan bantuan dana hibah sebesar Rp 300 Juta kepada keluarga korban Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat didampingi, Sekretaris Daerah (Sekda), H Abdullah Makcik, Asisten Tata Pemerintah, Tarmizi, Kepala Dinas Sosial, Zainal Arifin Daud dan Kepala Bagian Hukum, Effendi Aziz. Di ruang Bina Praja, Pemkab Muratara, Jumat (25/5/2018).

Bantuan tersebut disalurkan kepada Yayasan Korban 29 April 2013 yang merupakan yayasan berisikan para keluarga korban yakni sebanyak 17 orang yang telah didaftarkan ke Notaris Umi Khairiyah.

Uang tersebut nantinya akan diperuntukkan untuk membuka usaha jasa makanan atau katering yang dikelolah oleh keluarga para korban yang diawali dengan penyerahan Akta Notaris Yayasan Korban 29 April 2013.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat pada kesempatan tersebut mengatakan, inilah bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban pemekaran DOB, sebagaimana janji yang telah disampaikan dulu yakni memberikan bantuan santunan kepada keluarga korban.
"Hari ini pemerintah telah memenuhi janji kepada para keluarga korban pemekaran DOB, untuk memberikan bantuan dana hibah, yang diperuntukkan sebagai modal usaha yayasan bukan untuk dibagi-bagi kepribadi keluarga korban," kata Syarif Hidayat.

Syarif menjelaskan dana hibah ini hanya sekali dan secara aturan tidak bisa kepada perorangan, melainkan kepada lembaga atau yayasan.

Untuk itulah, HM Syarif Hidayat berharap agar dana bantuan tersebut dapat dipergunakan dengan baik sesuai pengajuan atau proposal permohonan bantuan yakni usaha jasa makanan atau katering.

Mudah-mudahan dengan modal Rp 300 juta tersebut, dapat menghasilkan uang yang lebih sehingga dapat lebih mengembangkan kepada usaha lain sehingga tentunya dapat menjadi penghasilan bagi keluarga para korban.

"Kalau bisa dari modal Rp 300 juta ini, dapat menghasilkan uang Rp 1 miliar lebih dan dapat mengembangkan keusaha lain," harapnya.

Halaman
12
Penulis: Farlin Addian
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help