4 Jam Hilang Kesadaran, Wanita Pedagang Yakult Ini Jadi Korban Hipnotis, Begini Kronologinya

Lagi-Lagi kawanan pelaku kejahatan hipnotis (gendam) dengan modus diduga menggunakan stambul Al-quran

4 Jam Hilang Kesadaran, Wanita Pedagang Yakult Ini Jadi Korban Hipnotis, Begini Kronologinya
Kolase Tribunsumsel

Lagi-Lagi kawanan pelaku kejahatan hipnotis (gendam) dengan modus menggunakan stambul Al-quran kembali terjadi dan memakan korban.

Kali ini, korbannya. yakni lima siswi SMK Bakti Persada di Kota Palembang yang harus merelakan barang-barang berharganya digasak pelaku.

Akibat kejadian ini, korban pun mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah dan melaporkan kejadian ini ke Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (23/5/2018). 

Kelima siswi tersebut, yakni: Nisa Venesa (16) kehilangan satu suku perhiasan kalung emas dan cincin emas satu gram dan satu unit HP Oppo, Meliana (16) kehilangan HP Vivo dan satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kemudian, Nyayu Melani (16) satu unit HP Advance S5, Dwi Iswahyudi (15) kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty, HP Xiomi 4A dan Wiwin Oktaviani (16) kehilangan HP Samsung J7.

Ketika ditemui, salah satu korban Nisa menuturkan, kejadian itu berawal saat mereka usai mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan tidak langsung pulang ke rumah.

Namun saat itu mereka pun pergi jalan-jalan ke Danau OPI Jakabaring. 

Ketika sudah sampai di danau OPI, Jakabaring, saat santai tiba-tiba mereka didatangi seorang laki-laki berumur sekitar 30 tahun.

Dan lelaki itu bertanya di daerah Opi adakah pesantren, Spontan langsung dijawab
kelima siswa itu disini tidak ada.

Saat itu juga, kembali datang lagi seorang laki-laki berbadan tegap dan mengaku sebagai anggota polisi ikut bertanya apa tujuan laki-laki yang pertama tersebut mencari pesantren.

"Saat itu kedua terlihat begitu akrab hingga pria yang duluan datang tadi mengeluarkan sebuah benda dari dalam kantong celana dan berbicara pelan kepada pria yang satunya," ungkap Nisa menceritakan kejadian yang dialami mereka.

Lalu, ketika bercerita panjang, salah satu pelaku mengaku asal Yogya tujuan ke Padang.

Namun di Palembang kakeknya sakit dan kini tengah dirawat di RS Bari dan meminta kepada pria yang mengaku-ngaku polisi itu meminjaminya uang untuk biaya pengobatan kakeknya.

Halaman
12
Penulis: Rika Agustia
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved