Berita Ogan Komering Ilir

Membahayakan Keselamatan Pengendara, Warga OKI Khawatir dengan Lobang di Tengah Jalan Ini

Lobang menganga membahayakan pengendara kendaraan roda dua,berada di taman Kota Kayuagung, Jl Kadet A Sayuti Kabupaten

Membahayakan Keselamatan Pengendara, Warga OKI Khawatir dengan Lobang di Tengah Jalan Ini
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Lobang menganga mengancam keselamatan pengendara kendaraan sepeda motor. Keberadaan lubang ini terkesan dibiarkan karena posisinya di jalan ramai tengah kota. 

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Lobang menganga membahayakan pengendara kendaraan roda dua,berada di taman Kota Kayuagung, Jl Kadet A Sayuti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (23/5/2018).

Pantauan di lapangan, kendaraan yang melintas di tempat jalan berlobang tadi, sangat ramai baik malam maupun siang harinya.

Karena, akses jalan ini menghubungkan 50 meter rumah dinas bupati, perbankan dan pasar serta taman kota tempatnya para pedagang makanan membuka jualannya.

Sebab itu, lobang yang dalam dan lebar 50 centimeter persegi itu, sangat mengancam keselamatan pengendara sepeda motor.

Bahkan sudah sering terjadi kecelakaan tunggal akibat terjebak lobang.

Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat Ir H Hapis MM mengatakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan kerusakan jalan dalam kota.

Jalan yang berlobang itu berada ditengah-tengah gorong-gorong, got saluran pembuangan air.

"Kerusakan jalan itu seharusnya pihak kelurahan atau kecamatan tanggap dan melaporkan hal itu. Jangan sampai ada korban baru dilaporkan," tegas Hapis dan berjanji secepatnya dibenahi.

Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) OKI, M Ali Musa mengungkapkan, kerusakan jalan dalam Kota Kabupaten sekarang ini sudah luar biasa.

Kendaraan bertonase lebih melintas di dalam jalan kelurahan yang mengakibatkan kerusakan jalan.

Sedangkan yang namanya kawasan tertib Lalulintas (KTL) tak ada lagi.

"Mobil masuk dalam kota sekarang ini bebas tak ada hambatan. Sehingga tak ada lagi yang namanya wilayah KTL," ujar Ali.

Sebab itu, kesembrautan Kota Kabupaten terus terjadi dilihat dari kondisi jalan yang pekerjaan tampal sulam asal jadi.

Apabila naik kendaraan sama saja naik kuda yang disebabkan tampal sulam jalan tak rata.  


Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help