Seminggu Setelah Aksi, Miris Tiga Jenazah Bomber Gereja Surabaya Masih Nyangkut dan Belum Diserahkan

Dari 13 jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, kini tinggal tiga jenazah yang belum

Seminggu Setelah Aksi, Miris Tiga Jenazah Bomber Gereja Surabaya Masih Nyangkut dan Belum Diserahkan
Kolase Tribunsumsel
Bom Surabaya 

TRIBUNSUMSEL.COM-Dari 13 jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, kini tinggal tiga jenazah yang belum diserahkan RS Bhayangkara Polda Jatim ke keluarga untuk dimakamkan.

Tiga jenazah yang masih tersimpan di ruang jenazah RS Bhayangkara hingga Minggu (21/5/2018) pagi, yakni jenazah Dita Oepriarto pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Jl Arjuna, dua anak laki-lakinya Yusuf Fadil dan Firman Halim pelaku bom bunuh diri Gereja Katolik Santa Matia Tak Bercela Jl Ngagel Madya.

"Untuk jenazah pelaku, tinggal tiga saja. Masih nunggu tes DNA, lainnya clear semua," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, ditemui usai meninjau gereja di Surabaya, Mingggu (21/5/2018) pagi.

 

Machfud berharap, secepatnya jenazah yang masih berada di RS Bhayangkara Polda Jatim bisa dimakamkan.

Orang nomor satu di Polda Jatim ini juga merasa gembira, lantaran situasi kemanan di Surabaya dan Jatim cukup aman.

Gereja-gereja di Surabaya yang minggu lalu diserang bom bunuh diri ibadahnya juga sudah normal kembali.

"Tadi sudah bertemu dan tanya ke Romo dan Pendeta gereja. Ibadahnya sudah normal, kami jaga terus. Sudah aman," tegas Machfud.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budi Hariyadi menambahkan, tiga jenazah pelaku bom bunuh diri dan satu korban masyarakat masih dilakukan tes DNA.

"Mudah-mudahan cepat dan hari ini (Minggu, 21/5/2018) sudah selesai. Untuk satu korban masyarakat yang belum diserahkan, yakni Bayu yang meninggal di Gereja Ngagel," katanya.

Menurut Budi, Minggu (20/5/2018) pagi, RS Bhayangkara melepas 7 jenazah pelaku.

Mereka pelaku yang tewas di Polrestbes Surabaya (4) dan Gereja Kristen Insonesia (GKI) Jl Diponegoro.

"Tujuh jenazah dibawa ke Sidoarjo untuk dimakamkan," jelasnya.

Empat pelaku yang tewas di Polrestabes Surabaya, yakni Tri Murtiono (50), istrinya Tri Ernawati (43), M Dafta Amin Murdana (18), dan M Satria Murdana (15).

Sedangkan tiga jenazah pelaku bom bunuh diri di GKI Jl Diponegoro, yakni Puji Kuswati (43), dua anak perempuannya Fadilah Sari (12) dan Pemela Riskika (9). (Surya/Fatkhul Alamy)

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help