Berita PALI

Jalan Penghubung Belimbing - Sekayu Rusak Parah, Warga : Jalan Kami "Babak Belur" dan Sering Macet

"Jalan kami babak belur dan rusak, setelah dilintasi ribuan truk batubara melintas setiap hari," ujar warga. Ucapan itu, sering

Jalan Penghubung Belimbing - Sekayu Rusak Parah, Warga :  Jalan Kami
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Jalan Penghubung Belimbing - Sekayu Rusak Parah, Warga Protes : Jalan Kami "Babak Belur" dan Sering Macet 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI - "Jalan kami babak belur dan rusak, setelah dilintasi ribuan truk batubara melintas setiap hari," ujar warga.

Ucapan itu, sering dikatakan oleh pengendara dan pengemudi saat melintas di sepanjang jalan yang dilintasi truk batubara bermuatan di atas 10 ton.

Angkutan Batu bara (Angbara) yang melintas di sepanjang jalan penghubung Belimbing - Sekayu dari Kabupaten Lahat menuju pelabuhan pengepul

atau stockpile Desa Prambatan, Kecamatan Abab PALI penyebab kerusakan jalan mulai dari desa Talang bulang hingga desa Sebane Kecamatan Talang ubi.

"Mobil muatan batubara kalau lewat biasanya konvoi, dan ketika ada salah satu mobil yang mogok, mobil yang lain ikutan berhenti dan mengakibatkan macet.

Apalagi kalau mobil yang rusak itu di tengah jalan yang bergelombang, membuat kendaraan lain mengambil tepi jalan.

Sehingga menjadi bergelombang dan amblas, jadi keadaan jalan ini semakin hancur," ujar Hardi warga Desa Karta Dewa. Jumat(18/5/2018)

Hardi mengatakan akibat dari mogok nya kendaraan di tengah jalan tersebut, selain membuat jalan semakin hancur dan mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

"Kadang mereka konvoi tidak mau mengalah dengan kendaraan pribadi, dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terlambat.

Kita sangat berharap, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan batubara, untuk memperhatikan kepentingan masyarakat, bukan seenaknya saja melintas di jalan umum," ujarnya.

Hal senada Indra, satu diantara warga yang melintas di jalan tersebut sangat merasa tidak nyaman banyaknya truk batubara melintas di jalan umum.

"Lubang-lubang di jalan semakin banyak dan lebar-lebar, debu pun bertaburan di musim kemarau,

musim hujan jalan becek dan berlumpur, jalan kami rusak dan babak belur akibat truk batbara melintas di jalan umum," kata Indra.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved