Berita Muaraenim

Dalam 4 bulan, 68 Kasus TBC Ditemukan di Muaraenim 32 Diantaranya Diderita Anak-anak

Dari Januari- April 2018 tercatat ada sebanyak 68 kasus Tuberculosis (TBC) yang ditemukan oleh Puskesmas Kota Muaraenim.

Dalam 4 bulan, 68 Kasus TBC Ditemukan di Muaraenim 32 Diantaranya Diderita Anak-anak
Ilustrasi tuberculosis (TBC)
Dalam 4 bulan, 68 Kasus TBC Ditemukan di Muaraenim 32 Diantaranya Diderita Anak-anak 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM - Dari Januari- April 2018 tercatat ada sebanyak 68 kasus Tuberculosis (TBC) yang ditemukan oleh Puskesmas Kota Muaraenim.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Muaraenim,dr Siti Maisaroh didampingi Pengelolah Program TB Paru, Dwi Oktariza saat ditemui Tribunsumsel.com, Jumat (18/5/2018) bahwa dari 68 kasus tersebut 32 diantaranya adalah anak-anak.

Baca: Pasangan Curiga Ada Air Menetes dari Langit-langit,Dikira Ac Saat Dilihat Seksama Bikin Merinding

"Hal ini tentu sangat memprihatinkan, dimana anak-anak yang masa depannya masih panjang sudah menderita TBC," jelasnya.

Dikatakannya bahwa jumlah tersebut meningkatkan jika dibandingkan dari tahun 2017 yang lalu.

Baca: Cicipi Kolak Wanita Cantik ini, Sule Mendadak Nangis Teringat Istrinya, Masih Cinta?

"Kalau tahun 2017 dari Januari- Desember tercatat ada 230 kasus, dan itu juga lebih dari target yang ditetapkan, dimana target kita hanya 205 kasus namun kenyataannya ditemukan 230 kasus," ungkapnya.

Dijelasnkan Maisaroh, adapun wilayah endemis TBC yang ada di Muaraenim diantaranya di Kelurahan Muaraenim,Desa Kepur,Muara Lawai dan Kelurahan Air Lintang.

Baca: Meski Sedang Berpuasa, Agenda Ishak Mekki di Bulan Ramadan Semakin Padat

"Untuk di Muara Lawai ada juga yang kita temukan pada penghuni Lapas klas II B Muaraenim sebanyak 3 kasus," ungkapnya.

Ia juga mengatakan untuk penderita TBC di lapas klas II B Muaraenim,pihaknya telah menyampaikan saran kepada pihak lapas agar kamar penderita TBC tersebut dapat dipisahkan.

Baca: Sempat Bungkam ! Sule Akhirnya Beberkan Fakta Sebenarnya Dibalik Gugatan Cerai Lina,Ternyata

"Dulu penderita TBC dipisahkan,namun sekarang menurut pihak lapas karena kapasitas lapas klas II B overload ya penderita TBC tersebut terpaksa digabung, dan yang kita khawatirkan penghuni lainnya dapat tertular juga," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim,Vivi Mariani melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Ujang Suherman saat dikonfirmasi terkait temuan kasus TBC mengatakan bahwa di Kecamatan Muaraenim adalah kecamatan terbanyak dari penemuan kasus TBC.

Baca: Ngeri, Tiap Malam Muncul Suara Dug-dug Lalu Dibalas Pukulan ke Dinding di Rumah Bomber Surabaya

"Yang berada di peringkat kedua yakni kecamatan Lawang kidul sebanyak 29 kasus dan yang ketiga adalah Kecamatan Ujanmas sebanyak 27 kasus," katanya.

Diungkapkan Ujang, bahwa TBC adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Baca: Ratika Warga Desa Teluk Agung OKUS Penderita Tumor Akhirnya Dirujuk Ke Palembang

" Jika tidak segera diobati, namun sebenarnya TBC juga dapat disembuhkan dengan cara rutin berobat dan minum obat minimal selama 6 bulan yang

diberikan oleh pihak puskesmas dan obat TBC ini gratis, jadi masyarakat jangan sungkan untuk berobat dan minum obat jika ingin sembuh," pungkasnya.

Baca: Menohok ! Disebut Penyanyi Belagu oleh Fansnya Sendiri, Anji Balas Ucapatan Kata Ini,Sadis!

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help