Berita Pagaralam

Ramadan 1439 H, Polres Pagaralam dan Sat Pol PP Lakukan Sidak ke Lapak Pedagang Kembang Api

Bulan Ramadan sangat identik dengan rutinitas permainan kembang api dan petasan. Bahkan sudah dipastikan

Ramadan 1439 H, Polres Pagaralam dan Sat Pol PP Lakukan Sidak ke Lapak Pedagang Kembang Api
Sripoku.com/Ehdi Amin
Ramadan 1439 H, Polres Pagaralam dan Sat Pol PP Lakukan Sidak ke Lapak Pedagang Kembang Api 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Bulan Ramadan sangat identik dengan rutinitas permainan kembang api dan petasan.

Bahkan sudah dipastikan setiap bulan ramadan akan marak pedagang kembang api yang berjualan disejumlah pasar di Kota Pagaralam.

Melihat hal ini Polres Pagaralam dan Sat Pol PP melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kesemua lapak pedagang kembang api.

Baca: Berkah Ramadan, Omset Sehari Lemang Bambu Milik Warga di Lubuklinggau Ini Capai Rp 1 juta

Hal ini dilakukan untuk memastikan jika pedagang kembang api tidak menjual petasan baik yang kecil mapun yang punya daya ledak besar.

Dari hasil sidak yang dilakukan, tim gabungan tidak menemukan adanya pedagang yang menjual petasan.

Namun agar tidak kecolongan tim akan terus melakukan sidak sewaktu-waktu.

Baca: Kesaksian Mengerikan Bripka Iwan Sarjana Disandera Teroris 30 Jam Hingga Lihat Teman Ditembak Mati

Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono SIk MH menghimbau, kepada masyarakat untuk tidak menjual petasan yang yang dilarang oleh Undang-undang.

"Kita ingatkan kepada pedagang petasan, jangan menjual petasan yang dilarang oleh Undang-undang apalagi petasan dengan daya ledak tinggi,

seperti kembang api terbang, karena ini sangat membahayakan sekali. Pasalnya, apabila jatuh ke atas rumah yang atapnya nipah bisa membakar rumah," katanya, Kamis (17/5/2018).

Baca: Kekurangan SDM, Kemenhub Seleksi Catar di Bidang Penerbangan Langsung Ikatan Dinas

Ditegaskan Kapolres, jenis petasan yang memiliki daya ledak tinggi, termasuk dalam Undang-undang darurat yang ancamannya bisa 10 tahun penjara.

"Sama halnya dengan Senjata Tajam (Sajam). Makanya, kita mengimbau kepada masyarakat selaku pedagang petasan.

Pasalnya jika terjaring maka akan kita tindak tegas sesuai dengan undang-undang yang ada," tegasnya.

Kapolres berharap masyarakat untuk tidak menjual dan dapat mengembalikan atau menyerahkan petasan berbahaya tersebut ke Polres atau dikembalikan ke distributornya. (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Baca: Driver Ojol Terduga Teroris Ditangkap, Rumahnya Digeledah, Keluarga Beberkan Fakta Mengerikan

Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help