Berita Prabumulih

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial

Aksi damai dilakukan para sopir travel dan bus kota Prabumulih yang menuntut agar armada Damri dikurangi serta dinaikkan tarifnya beberapa waktu lalu

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Bus Damri ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan pasar Prabumulih. Gambar diambil dari sky bridge Pasar Tradisional Modern Prabumulih. 

Sementara, Anggota DPRD Prabumulih, Deliani mengharapkan baik damri dan travel maupun bua harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta harus memiliki izin.

"Damri harus sesuai dengan MoU dengan pemerintah, travel harus ada izin dan menggunakan plat kuning sehingga bisa dibedakan mana travel dan mana mobil pribadi," ujarnya.

Deliani mengenai tarif dan tempat mangkal resmi hendaknya juga diumumkan sehingga masyarakat mengetahui serta tidak tertipu.

"Saran saya hendaknya juga seluruh sopir travel di Prabumulih didata dan ada kartu anggota sehingga tidak ada yang abal-abal serta jika ada apa-apa terhadap penumpang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Terpisah, Pj Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi mengatakan, pemerintah harus imbang dalam mengambil keputusan karena sopir travel juga warga Prabumulih sedang Damri awalnya diprioritaskan untuk mahasiswa dan ASN.

"Perjanjian awal Damri untuk mahasiswa dan ASN dengan jumlah disepakati tapi tanpa sepengetahuan kita jumlah bertambah."

"Saya ingin itu dikembalikan ke awal sehingga masyarakat kita yang pengangguran nomor dua ini tidak bertambah karena mereka (sopir) tidak beroperasi," ujarnya.

Richard mengatakan, tugas dishub mengumpulkan para sopir travel dan mengatasi keluhan masyarakat jika sopir travel ugal-ugalan, merokok di mobil dan keluhan lainnya.

"Tugas pemerintah harus carikan solusi, saya sudah sampaikan ke mereka ikuti aturan, izin dan lainnya."

"Wajar jika travel harga sedikit mahal tapi jangan dua kali lipat, begitupun jam diatur karena semua ini akibat damri tidak mengikuti ketentuan, awalnya hanya untuk ASN dan Mahasiswa tapi malah mengambil masyarakat," bebernya seraya mengatakan damri tetap jalan travel juga tetap jalan.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help