Berita Prabumulih

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial

Aksi damai dilakukan para sopir travel dan bus kota Prabumulih yang menuntut agar armada Damri dikurangi serta dinaikkan tarifnya beberapa waktu lalu

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Bus Damri ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan pasar Prabumulih. Gambar diambil dari sky bridge Pasar Tradisional Modern Prabumulih. 

Rondon mengatakan, jika travel tidak mempunyai izin operasional maka pemerintah kota Prabumulih harus tegas menindak.

Disebabkan warga mempunyai hak untuk mendapatkan alat transportasi yang memadai baik itu menyangkut keamanannya.

Kenyamanannya maupun masalah tarif yang sesuai menurut peraturan yang berlaku.

"Jangan sampai ada gesekan antara warga pengguna alat transportasi dengan penyedia alat transportasi," tegasnya.

Sementara Mas Alam, yang merupakan mahasiswa sehari-hari pulang-pergi (PP) dari Prabumulih-Palembang menolak armada Damri dikurangi dan tarif dinaikkan.

"Save Damri, Saya Mahasiswa merasa nyaman naik damri kalau mau ke Prabumulih, naik travel mahal, naik bus ngak nyaman, jadi tolong tarif Damri jangan dinaikkan," harapnya.

Hal yang sama disampaikan Riky Sanjay dalam tulisannya mengatakan Travel malah yang tidak resmi.

Karena seharusnya menggunakan plat kuning dan ada badan hukumnya sehingga pajaknya masuk ke negara.

"Banyak mobil travel yang sudah tua, tidak pernah uji emisi pula, jadi tidak layak jalan. Cara nyetir sopirnya pun membahyakan para pnumpang."

"Damri seharusnya diperbanyak, MoU nya yang harus diperbaharui. Karna sekarang peminatnya makin hari makin banyak, kalau masalah nafkah keluarga, rejeki sudah ada yang atur tidak perlu mengusik rejeki orang lain, justru perlu ditambah" katanya.

Halaman
123
Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help