Berita Prabumulih

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial

Aksi damai dilakukan para sopir travel dan bus kota Prabumulih yang menuntut agar armada Damri dikurangi serta dinaikkan tarifnya beberapa waktu lalu

Warga Prabumulih Tolak Damri Dikurangi dan Tarif Dinaikkan Mendadak Viral di Media Sosial
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Bus Damri ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan pasar Prabumulih. Gambar diambil dari sky bridge Pasar Tradisional Modern Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Aksi damai dilakukan para sopir travel dan bus kota Prabumulih yang menuntut agar armada Damri dikurangi serta dinaikkan tarifnya beberapa waktu lalu, menimbulkan polemik di tengah masyarakat kota Prabumulih.

Masyarakat meminta pemerintah membatalkan rencana mengurangi armada angkutan Damri dan menaikkan tarif disebabkan angkutan itu sangat membantu masyarakat khususnya para mahasiswa.

Kekecewaan masyarakat itu tidak hanya menjadi perbincangan hangat di warung-warung atau berbagai penjuru tempat.

Namun mendapat penolakan dari sejumlah tokoh masyarakat bumi seinggok sepemunyian dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Warga mengeluhkan para sopir travel karena dinilai tidak menghargai kehendak masyarakat banyak.

Begitupun pemerintah diminta hendaknya memperbaharui MoU dan menambah bus Damri.

"Damri adalah alat transportasi massal yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan, Damri jugo diadakan untuk keperluan masyarakat kota prabumulih yang membutuhkan alat transportasi murah, aman dan terjangkau."

"Jadi jangan hilangkan hak warga kota prabumulih, pemerintah kota prabumulih harus bijak dlm memutuskan segala persoalan."

"Mengenai angkutan travel pemerintah harus turun ke lapangan cek dan ricek dahulu keberadaan travel berbadan hukum ada izin operasionalnya, pemerintah kota Prabumulih harus mengambil kebijakan win-win solution," ungkap Rondon Juleno kepada wartawan Tribun.

Halaman
123
Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help