Opini

Refleksi Peristiwa Surabaya

Kota Surabaya yang biasanya aman dan damai tiba-tiba terhentak oleh serangkaian aksi teror yang sangat kejam

Refleksi Peristiwa Surabaya
TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH
Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Prof Drs H M Sirozi MA PhD saat ditemui Tribunsumsel.com, Selasa (3/1/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Untuk kesekian kalinya kita, bangsa Indonesia, dikagetkan oleh tindakan para teroris yang biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Kota Surabaya yang biasanya aman dan damai tiba-tiba terhentak oleh serangkaian aksi teror yang sangat kejam dan menyesakkan.

Aksi tersebut merusak rumah ibadah, membunuh warga tak bersalah, menebar ketakutan, dan menyulut kecurigaan.

Saudara saudaraku sebangsa dan setanah air, pengeboman beberapa gereja di Surabaya dan rangkaian tindakan teror lainya beberapa tempat di tanah air dan bagian dunia lainnya, adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, termasuk alasan keagamaan.

Tindakan tersebut membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada gilirannya aksi-aksi teror akan membahayakan keutuhan NKRI, karena aksi-aksi tersebut dapat menyulut kontroversi, menimbulkan prasangka, dan menyulut kebencian dan sikap permusuhan di tengah masyarakat.

Penting untuk dicamkan bersama bahwa meskipun sering mengatasnamakan agama dan sarat dengan alasan-alasan keagamaan, tindakan teror bukanlah tindakan yang dianjurkan oleh agama.

Tidak satupun agama membenarkan pengikutnya secara membabi buta merusak rumah ibadah, membunuh orang-orang tak bersalah, menciptakan kekacauan, dan menebar ketakutan.

Agama Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga akhlakul karimah dimanapun mereka berada. Kapanpun dan dimanapun mat Islam selalu dituntut untuk selalu menebar benih kebaikan dan menjadi contoh tauladan dalam berucap dan bertindak.

Agama Islam menganjurkan umatnya menjadi umat yang bermanfaat bagi lingkungannya, bukan menjadi umat yang merusak atau merugikan orang lain. Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya (khairunnas anfauhum linnas), demikian sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya.

Agama Islam juga menganjurkan umatnya untuk menebar rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin), bukan menebar laknat. Setiap Muslim harus memastikan bahwa segala tindakannya membawa rahmat bagi lingkungannya dan kemanusiaan.

Halaman
123
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help