Ramadan 2018

Niat Puasa Diucapkan Hanya Satu Kali Saja Apa Boleh? Ini Penjelasannya

Sebagian mereka menganggap niat itu sebagai syarat sah sebuah ibadah. Sementara sebagian lainnya mengatakan, bukan syarat.

Niat Puasa Diucapkan Hanya Satu Kali Saja Apa Boleh? Ini Penjelasannya
Tribunsumsel.com/Kolase
Doa 

TRIBUNSUMSEL.COM - Niat ibadah sangat kuat dianjurkan oleh agama karena didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.

Saking kuatnya, niat ini sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam sebuah ibadah termasuk puasa baik wajib maupun puasa sunah.

Namun demikian ulama berbeda pendapat soal kedudukan niat.

Sebagian mereka menganggap niat itu sebagai syarat sah sebuah ibadah. Sementara sebagian lainnya mengatakan, bukan syarat.

Di samping itu, mereka juga mempertanyakan kapan niat itu dilakukan. Semua pertanyaan berdampak panjang yang akhirnya menentukan sebuah ibadah seseorang.

Dalam konteks puasa, kebsahan ibadah kita akan bergantung sekali pada niat di malam hari.

Lalu bagaimana dengan keesokan harinya? Apakah orang yang niat puasa sebulan penuh tidak perlu mengulang niatnya setiap malam Ramadhan? Lalu bagaimana orang lupa mengikrarkan niat puasa di malam hari?

Berikut ini merupakan keterangan Syekh Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna’

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya, disyaratkan menjatuhkan niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved