Komitmen Sumsel Terhadap Lingkungan Capai Benua Afrika

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) kembali diundang menjadi pembicara dalam pertemuan internasional yang membahas

Komitmen Sumsel Terhadap Lingkungan Capai Benua Afrika
PEMPROV SUMSEL
Komitmen Sumsel Terhadap Lingkungan Capai Benua Afrika 

Najib menambahkan, saat ini Provinsi Sumsel sudah bisa mengatasi akibat dari kebakaran di tahun 2015 dan bersiap untuk melakukan pemulihan dan merehabilitasi area yang terdegradasi.

"Melalui perjalanan waktu, kami menginisiasi Kemitraan antara Pemerintah -Swasta-Publik dalam Pembangunan pertumbuhan Hijau dan Manajemen Lanskap berkelanjutan, sebagai strategi kami untuk mengelola lanskap Sumatera Selatan," ungkapnya.

"Kami membuat perkiraan kebutuhan sebesar USD 2,7 miliar untuk mendukung Implementasi konservasi dan restorasi, dan kami berkomitmen untuk mengamankan lanskap sekitar 1 juta hektar di Sumatera Selatan dan komitmen kami untuk mempromosikan nol deforestasi pada rantai suplai di bawah wilayah yurisdiksi kami," lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel percaya bahwa pembangunan itu adalah untuk membangun aliansi, baik di tingkat nasional dan internasional.

"Dalam acara yang sangat penting ini dan dengan dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia, kami ingin mengundang Aliansi dan anda untuk mencapai tujuan-tujuan ini.

Untuk permulaan awal, kami telah mengumpulkan enam lembaga nasional dan internasional dalam konsorsium untuk membentuk program manajemen bersama, menerapkan hampir US $ 21 juta di wilayah tersebut, dan dana tersebut akan banyak digunakan sebagai kinerja dasar dalam hal kapabilitas untuk mengelola substansi dan dana.

Sayangnya, anggota dari pengelolaan bersama ini sebagian besar terbatas pada isu spesifik, lokasi dan dalam kerangka waktu," terang Najib.

Dijelaksna Najib Asmani, keberlanjutan lanskap Sumsel membutuhkan komitmen jangka panjang. Masalah yang dihadapi pada kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dipisahkan dari masalah penguasaan lahan.

Oleh karena itu, pendekatan lanskap untuk keberlanjutan adalah suatu keharusan bagi Sumsel dalam mencapai visi Pertumbuhan Ekonomi Hijau. Salah satu prasyarat untuk komitmen jangka panjang adalah kehadiran pendanaan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Sumsel mengusulkan untuk mendirikan Lembaga Pendanaan berkelanjutan dimana dana tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana pembangunan strategis provinsi yang terkait dengan penghidupan dan kesejahteraan masyarakat, perubahan Iklim (mitigasi, adaptasi / ketahanan dan energi terbarukan), pengelolaan lanskap berkelanjutan, lingkungan layanan, perlindungan keanekaragaman hayati dan konservasi ekosistem.

Halaman
123
Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help