Ramadhan 1439 Hijriah

Berani Beroperasi Selama Ramadan, Izin Panti Pijat dan Tempat Hiburan Akan Dicabut, Denda 50 Juta

Pemerintah kota (Pemkot) Palembang mengeluarkan surat edaran tentang Ramadan

Berani Beroperasi Selama Ramadan, Izin Panti Pijat dan Tempat Hiburan Akan Dicabut, Denda 50 Juta
Istimewa
Disela Jadwal Yang Padat Alex Noerdin Jajal Bentor Bersama Akhmad Najib 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah kota (Pemkot) Palembang mengeluarkan surat edaran tentang operasional tempat hiburan, restoran, rumah makan, panti pijat urut tradisional (PPUT), dan panti pijat urut modern (PPUM) dalam bulan suci ramadan 1439 H.

Baca: Merinding, Pelawak Gombloh Ungkap Perubahan Sikap Gogon, Ternyata Pesan Sebelum Meninggal

PJs Walikota Palembang, Akhmad Najib meminta seluruh tempat hiburan, PPUT, dan PPUM tersebut tutup pada H-1 sebelum ramadan hingga dua hari setelah bulan ramadan.

Jika melakukan pelanggaran tidak tidak memenuhi surat edaran tersebut, maka Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Palembang bersama instansi terkait akan melakukan teguran dan peringatan.

Baca: Ini Isi Buku Panduan yang Digunakan Dita Oepriarto dan Puji Kuswati Lakukan Bom Bunuh Diri di Gereja

Bahkan, tak cukup sampai disitu. Bila peringatan ini tidak diindahkan, maka Pemkot Palembang akan melakukan penutupan tempat usaha, dan pidana paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

"‎ini dilakukan untuk mewujudkan ketenangan, ketentraman, dan ketertiban serta kenyamanan masyarakat selama ramadan," kata Najib.

Najib menegaskan, surat edaran ini berlaku bagi seluruh tempat hiburan seperti club malam, bar, diskotik, karaoke, dan panti pijat. Namun, ia memberikan pengecualian bagi tempat hiburan yang satu paket dengan hotel. Tempat hiburan ini diberikan toleransi dengan memperbolehkan operasional dari pukul 21.00-24.00.

Baca: Ustaz Somad Beri Klarifikasi Soal Ceramah Bom Bunuh Diri, Begini Tanggapan Ustaz Khalid Basalamah

"Tapi tidak diperkenankan menyediakan wanita penghibur," tegasnya.

Untuk restoran, rumah makan, dan warung kopi diberbolehkan beroperasi namun tidak secara demonstrative, yang artinya, boleh beroperasi namun harus dibatasi dengan tabir penutup.

"Ini agar tidak mengganggu kekhusyukan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa," terangnya.

Baca: Disaat Jenazah Puji Kuswati Ditolak Keluarga,Begini Reaksi Ibu Dito Oepriarto Soal Kematian Putranya

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help