Berita Muratara

Pengeboran Pamsimas di Muratara Sering Alami Kesulitan Karena Ini

Fasilitator Senior, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Kabupaten Muratara, Rinto Wijaya mengatakan rencananya

Pengeboran Pamsimas di Muratara Sering Alami Kesulitan Karena Ini
Warta Kota/Nur Ichsan

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Fasilitator Senior, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Kabupaten Muratara, Rinto Wijaya mengatakan rencananya di tahun 2018 ini ada 15 desa akan dibangun Pamsimas.

Menurutnya, pembangunan Pamsimas ini sangat penting untuk menopang kebutuhan air bersih ditengah masyarakat.

Mengingat hampir seluruh desa di Kabupaten Muratara membutuhkan air bersih.

"Karena dari sepengetahuan kami sementara hampir seluruh desa masih kekurangan air bersih untuk dikonsumsi," kata Rinto.

Sementara desa yang siap dibangun Pamsumas diantaranya Desa Noman Lamo, Noman Baru, Jangkat, Pulau Kidak, Lubuk Kemang, Karang Anyar, Karang Waru, Bukit Ulu, Pulau Lebar, Sungai Kijang, Bumi Makmur dan Sumber Sari.

"Untuk pelaksanaannya kita masih menunggu surat Daftar Pengguna Anggaran (DPA) dari pusat dan ditargetkan 2018 selesai semua, karena pada 2019 akan dibuat rencana ulang," jelasnya.

Rinto juga mengatakan, yang menjadi kendala selama ini dalam pembangunan Pamsimas yakni tanah yang banyak bebatuan dan napal keras sehingga sulit untuk ditembus oleh mata bor.

"Bahkan pekerja pengeboran Pamsimas ini banyak yang mengeluh karena sering berpindah tempat pengeboran akibat karena mata bor tidak bisa menembus batu dan napal keras," katanya.

Dijelaskannya, yang membuat pekerja pengeboran mengeluh kadang sudah kedalaman 10 meter sudah tidak bisa ditembus lagi lantaran banyak batu dan napal sehingga harus berpindah ketitik lain.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved