Berita Pagaralam

Pj Wako Pagaralam Luruskan Isu Soal Jembatan Desa Alun Dua

terkait banyaknya isu miring tentang mengkraknya dua mega proyek Jembatan di Desa Alun Dua Kota Pagaralam.

Pj Wako Pagaralam Luruskan Isu Soal Jembatan Desa Alun Dua
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
CEK PROYEK MENGKERAK : Pj Walikota Pagaralam, Musni Wijaya bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat mengecek lokasi proyek pembangunan jembatan Ayek Betung dan Tebat Gheban, Jumat (11//2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM -  Pelaksana Jabatan (Pj)  Walikota Pagaralam  Musni Wijaya angkat bicara tentang beredarnya isu miring tentang dua mega proyek Jembatan di Desa Alun Dua Kota Pagaralam. 

Dikatakan Musni,  pembangunan tiga Jembatan yaitu Jembatan Air Betung, Jembatan Air Kundur dan Jembatan Tebat Gheban  terkait pembangunan Jalan Lingkar Timur yang bukan merupakan jalan provinsi atau Jalan negara.

Baca: Baru Sehari di Rilis,Lagu Terbaru Syahrini Sukses Puncaki Posisi Ke-3 Kalahkan Lagu Jason Miraz!

"Dana awal berupa bantuan dari gubernur atau bangub.  Untuk kelanjutannya menjadi  kewajiban  Pemerintah Kota Pagaralam.  Dana itu untuk menyelesaikan satu jembatan saja yaitu Jembatan Ayek Kundur,"kata Musni.

Baca: Dikenal Dengan Peran Antagonis, Begini Potret Kehidupan Artis Cantik Ini Sekarang

"Dua jembatan itu belum dilanjutkan oleh Pemkot Pagaralam  karena kondisi keuangan pemkot tidak memungkinkan," jelasnya.

Akibatnya pembangunanya terhenti.  Jadi,  tegas Musni, bukan karena pemerintah provinsi mengabaikan. Atau bahkan ada yang menyebutkan dana dialihkan untuk  keperluan lain.

Karena memang bukan lagi tanggung jawab provinsi. "Pengerjaan proyek ini sudah menjadi hak dan tanggung jawab Pemerintah Kota Pagaralam 

Baca: Waduh ! Dewi Perssik Tiba-tiba Hapus Foto Suami di Medsos Hingga Tulis Caption Sindiran,Berantem?

Untuk itu saat ini Pemkot Pagaralam telah mengusulkan Dana Pusat atau Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk melanjutkan pembangunan jembatan ini," ujarnya.

Tentang rumor yang menyebutkan bahwa dana pembuatan jembatan terhenti  akibat digunakan untuk  kegiatan Asian Games  itu tidak benar.

"Dana untuk Asian Games merupakan dana dari OCA dan pemerintah pusat," tegasnya. (sripoku.com/wawan septiawan)

Baca: Kampanye Akbar Dodi-Giri : Usai Selamatkan Rara di LIDA, Nassar Ajak Warga Sumsel Polih Dodi-Giri

Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help