Berita PALI

Hasil Investigasi Korosi Pipa Minyak Pertamina Adera di PALI, Ada Kebun Warga Terkena Minyak Mentah

Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) Kabupaten PALI memaparkan hasil temuan pencemaran lingkungan terhadap korosi pipa minyak mentah milik

Hasil Investigasi Korosi Pipa Minyak Pertamina Adera di PALI, Ada Kebun Warga Terkena Minyak Mentah
TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Sumur warga terkena rembas minyak mentah,warga melihat korosi pipa Pertamina Adera korosi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) Kabupaten PALI memaparkan hasil temuan pencemaran lingkungan terhadap korosi pipa minyak mentah milik PT Pertamina Adera Field II.

Pemaparaan itu, dilakukan oleh LGPL di hadapan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten PALI, perwakilan PT Pertamina Adera Field II, dan ketua Komisi III DPRD PALI H Ubaidillah, wakil ketua I DPRD PALI Devi Harianto SH, MH di ruangan paripurna DPRD yang di fasilitasi oleh DPRD PALI.

Fausy Ahmad anggota LGPL Kabupaten PALI memaparkan hasil temuan investigasinya dimana terdapat kebun warga yang terkena minyak mentah serta pembersihan tidak standar.

Selain itu, menunjuk pipa minyak mentah yang berada di Kecamatan Abab, korosi bahkan bisa dilepas dengan tangan.

Suasana rapat antara PT Pertamina Adera, LGPL, DPRD dan DLH di ruangan rapat paripurna DPRD PALI.
Suasana rapat antara PT Pertamina Adera, LGPL, DPRD dan DLH di ruangan rapat paripurna DPRD PALI. (TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO)

Dan ada warga yang hendak menggali kubur terdapat rembasan minyak mentah sehingga di timbun dengan tanah.

Ketua LGPL Kabupaten PAL Edi Suprianto SH korosi pipa minyak mentah PT Pertamina Adera terjadi perbatasan Desa Purun, Kecamatan Penukal, Desa Babat dan itu terjadi berulang-ulang.

"Abab 2 dan Abab 3, setelah dilakukan pembersihan ini mengganggu ekosistem, terutama musim kemarau bisa dampak kebakaran, pembersihan dikerjakan tanpa ada standar, posisi pipa korosi dari Abab 2 ke Abab," kata Edi.

Wakil ketua II DPRD PALI Devi Harianto SH, MH yang memimpin rapat dari hasil itu disepakati akan memberikan dua pekan terhadap DLH Kabupaten PALI untuk menginvestigasi ke lapangan terhadap temuan dari LGPL itu.

Jika ada unsur pidana dan pembiaran maka di pidana sesuai dengan Undang-undang lingkungan hidup.

"Laporan dari LGPL bisa benar maupun sebaliknya, maka kita akan memberikan waktu selama dua pekan untuk menginvestigasi temuan itu, dan kita tunggu hasil laporan dari DLH," kata politis Partai Demokrat.

Ditambahkan Plt Dlh Kabupaten PALI Yuhairdin SH setelah kesepakatan rapat itu, maka DLH Kabupaten PALI akan turun ke lapangan melihat laporan dari LGPL PALI.

"Kita turun ke lapangan, untuk melihat dan meneliti laporan dari LGPL, jika ada pelanggaran UU lingkungan hidup bisa kita beri sangsi administrasi bahkan lanjut ke pidana," jelas Yuhairudin.

Sementara itu, dari pihak PT Pertamina Adera memaparkan pipa-pipa minyak Pertamina Adera dan mengaku pihak sudah memberikan ganti rugi terhadap kebun warga dan sumur yang cemari oleh minyak mentah.

Namun, ketika Tribun, hendak wawancara terhadap perwakilan PT Pertamina Adera yang hadir rapat di ruangan paripurna DPRD PALI tidak mau komentar dan meninggalkan ruangan rapat.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help