Berita Muratara

Jaga Kelestarian Biota Air, Warga Muratara Diperingatkan Tak Boleh Tangkap Ikan Dengan Cara Setrum

Guna menjaga kelestarian biota air, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni berikan sosialisasi dengan

Jaga Kelestarian Biota Air, Warga Muratara Diperingatkan Tak Boleh Tangkap Ikan Dengan Cara Setrum
Tribunsumsel.com/Farlin Addian
Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni dan Camat Rawas Ilir Suharto saat memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai larangan menangkap ikan secara illegal. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Guna menjaga kelestarian biota air, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni berikan sosialisasi dengan mengumpulkan warga di Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara mengemai larangan menangkap ikan dengan alat sentrum.

Dalam hal ini, Devi menjelaskan menangkap ikan yang dapat merusak biota air seperti menggunakan alat sentrum, racun, ngebung karena sudah diatur dalam UU tidak diperbolehkan.

"Dengan begitu kami bukan tidak boleh menangkap ikan, selagi cara penangkapan ikan dengan benar silahkan ambil sebanyk banyaknya," kata Devi.

Dilanjutkanya, diimbau kepada warga desa yang masih ada oknum nakal karena menangkap ikan dengan cara tidak benar maka pemerintah akan bertindak tegas, diharapkan juga kades agar menghimbau warganya.

Sementara itu, Camat Rawas Ilir Suharto mengatakan dirinya juga sering memberikan himbauan kepada masyarakat mengenai larangan menangkap ikan dengan cara yang salah seperti menggunakan sentrum dan racun.

"Larangan ini sudah jelas diatur dalam UU bukan karena dampaknya bisa merusak lingkungan dan biota sungai," katanya.

Selain itu, Kades Beringin Makmur Ashari, juga memberikan arahan bahwa pemerintah sejauh ini tidak ada melarang masyarakat mencari dan menangkap ikan selagi caranya tidak merusak sungai.

"Jadi wajar saja jika pemerintah melarang menangkap ikan jika caranya salah dan merusak, hal inilah yang perlu kami cegah jangan sampai kedepan salah pemahaman," ujarnya.

Terpisah, Juwari (55) seorang nelayan asal Kelurahan Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir mengatakan bahwa selama ini pihaknya sering mendengar desas desus pelarangan mencari ikan.

"Sementara saya dan warga lain mencari ikan tidak dengan cara menyentrum atau meracun, tapi dengan cara menjaring biasa, jadi saya bingun kenapa tidak boleh," ujarnya.

Menurutnya, setelah mendengar penjelasan yang disampaikan Wakil Bupati Muratara, baru memahami bahwa yang dilarang itu mencari ikan dengan cara menyentrum dan menggunakan racun.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help