Mayday 2018

Mayday 2018 - Ini Tuntutan Para Buruh di PALI Saat Berdemo di Halaman Kantor Bupati

Peringatan hari buruh internasional atau May Day yang jatuh pada Selasa (1/5), sejumlah serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi

Mayday 2018 - Ini Tuntutan Para Buruh di PALI Saat Berdemo di Halaman Kantor Bupati
TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Suasana demo di halaman kantor Bupati PALI. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Peringatan hari buruh internasional atau May Day yang jatuh pada Selasa (1/5), sejumlah serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati PALI di Jalan Merdeka Km. 10 Kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Selasa (1/5/2018)

Dalam tuntutannya, ada dua perusahaan yang ada di PALI yang menjadi sorotan utama para pengunjuk rasa, yaitu PT Felda Indo Rubber yang terletak di Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI dan PT SPSG yang tergabung dalam perusahaan Sriwijaya Group yang pelabuhannya di Kabupaten PALI.

Para pengunjuk rasa menilai bahwa dua perusahaan tersebut sudah tidak melaksanakan UU yang berlaku di negara ini.

"Hak cuti parah buruh tidak berjalan sesuai UU No 13 Tahun 2003, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga tidak sesuai dengan perundang-undangan."

"Terus juga sering terjadi PHK sepihak dari perusahaan. Ada yang sudah bekerja 10 tahun, tetapi hingga kini tidak jelas statusnya bekerja," kata koordinator aksi dari Dewan Pimpinan Wilayah KPBI Sumsel Adri Susanto didampingi Sekretaris 1 Serikat Buruh Kerakyatan Kita Jaya (SBKKJ) Habibunnajar, di halaman kantor Bupati PALI.

Aksi demo dalam kesempatan ini menghapus sistem kerja outsourcing yang diterapkan oleh perusahaan dan menolak hadirnya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, serta menolak revisi UU 13.

"Kenapa kita harus menggunakan TKA untuk bekerja kasar, sementara di Indonesia saja angka pengangguran masih cukup tinggi."

"Kami menolak Perpres tersebut dan menolak PP 78 karena dianggap merugikan kaum buruh dalam hal penetapan upah," katanya.

Setelah masing-masing koordinator serikat buruh melakukan orasi, perwakilan dari mereka diterima dan berdialog dengan perwakilan dari Pemkab PALI, yakni Ketua DPRD PALI Drs. H. Soemarjono, Kapolres Muara Enim PALI AKBP Afner Juwono, Asisten 1 Setda PALI H. Rizal Pahlevi, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved