Berita Pagaralam

Warga Pagaralam Resah, Ulat Bulu Penuhi Rumah, Coba Diusir dan Dibunuh Malah Makin Bertambah

Warga Griya Bangun Sejahtera (GBS) Desa Talang Sawah Kota Pagaralam akhir-akhir ini mulai resah.

Warga Pagaralam Resah, Ulat Bulu Penuhi Rumah, Coba Diusir dan Dibunuh Malah Makin Bertambah
SRIWIJAYA POST/WAWAN SEPTIAWAN
Sejumlah Ulat Bulu yang menempel dirumah warga di Griya Bangun Sejahterah (GBS) jalan Salak. Kondisi ini membuat warga resah pasalnya jumlah ulat sudah ribuan, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Warga Griya Bangun Sejahtera (GBS) Desa Talang Sawah Kota Pagaralam akhir-akhir ini mulai resah.

Pasalnya ribuan Ulat Bulu sejak beberapa pekan ini memenuhi kawasan permukiman warga.

Bahkan banyaknya Ulat Bulu dengan berbagai ukuran sudah mulai masuk ke rumah warga.

Hal ini yang membuat warga takut dan khawatir.

Pasalnya meskipun sudah diusir bahkan dibunuh namun, bukannya berkurang Ulat Bulu tersebut malah semakin bertambah.

Bahkan sudah memenuhi dinding rumah warga setempat.

Pantauan sripoku.com, Selasa (1/5/2018) menyebutkan, setiap hari tampak warga dengan menggunakan sapi membuang ulat yang ada didinding rumah mereka. Tidak hanya itu akibat banyaknya ulat ini warga terpaksa tidak membuka jendela rumah karena khawatir ulat tersebut masuk kedalam rumah.

Marleo (28) salah satu warga jalan Salak II mengatakan, warga mulai khawatir dengan populasi ulat bulu tersebut. Pasalnya meskipun sudah dihabisi dan dibuang serta dibunuh, namun jumlahnya semakin banyak.

"Jumlahnya terus saja bertambah kak, bahkan sudah sangat mengkhawatirkan. Meskipun setiap hari saya bersihkan namun tetap saja datang dengan jumlah yang lebih banyak," katanya.

Melihat kondisi ini warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melakukan pengendalian ulat bulu tersebut. Pasalnya ulat ini juga dinilai berbahaya, karena bisa menyebabkan gatal-gatal jika terkena bulunya.

"Kami tidak tahu bagaimana membasminya. Jadi kami harap pemkot Pagaralam yang bisa melakukan pembasmian agat ulat ini tidak terus bertambah," harapnya.

Senada dengan ungkapan Adi (40) warga lainnya. Menurutnya kondisi ini selalu saja terjadi setiap tahunnya. Namun warga tidak bisa berbuat apa-apa karena warga tidak bisa mengendalikannya.

"Memang kawasan kami ini tidak jauh dari kawasan kebun warga. Kami menduga ulat ini berasal dari kebun yang ada dikawasan kami ini kak," katanya.(one)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved