Pilkada OKU

Ketahuan Hadiri Kampanye Pakai Seragam, PNS di OKU Ini Bakal Kena Tindakan Tegas

Setelah melakukan pemeriksaan dan kajian atas dugaan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial S yang diduga tidak netral dalam Pilkada Sumsel.

Ketahuan Hadiri Kampanye Pakai Seragam, PNS di OKU Ini Bakal Kena Tindakan Tegas
Tribun Medan/Arjuna
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Setelah melakukan pemeriksaan dan kajian atas dugaan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial S yang diduga tidak netral dalam Pilkada Sumsel.

Pihak Pawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil tindakan tegas.

Senin (30/4) kemarin pihak Panwaslu OKU, menyerahkan rekomendasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta.

Ketua Panwaslu OKU, Anggi Yumarta kepada wartawan, Selasa (1/5) mengatakan, awalnya oknum PNS berinisial S yang diduga tidak netral ini hasil temuan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Lubuk Raja OKU.

Dimana, kata Anggi diketahui beberapa waktu lalu, yang bersangkutan menghadiri kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Sumsel 2018, dalam jam kerja dan menggunakan seragam.

"Tempat kejadian Desa Baturaden Kec Lubuk Raja. Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu," jelasnya.

Ketua Panwaslu Kab OKU, Anggi Yumarta
Ketua Panwaslu Kab OKU, Anggi Yumarta (TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA)

Anggi menjelaskan, pihak Panwascam Lubuk Raja sudah memanggil, meminta keterangan dan memeriksa yang bersangkutan.

Pihak Panwaslu Kab OKU sifatnya melakukan pendampingan/supervisi/bimbingan dan pembinaan terkait proses penyelesaian temuan tersebut.

Hasil pemeriksaan dan kajian, kata Anggi yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 2 huruf f, Pasal 3 hurif b, Pasal 4 huruf d, Pasal 5 ayat (2) huruf d, e, h dan i UU Nomor 5 Th 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara juncto Pasal 11 huruf c PP Nomor 42 Th 2004 Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

"Berdasarkan inilah kita serahkan rekomendasi kepada KASN kemarin," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help