Berita PALI

Warga Talang Padang Desa Benakat PALI Resah Percikan Pumping Minyak Meluas Hingga ke Tanah

Keberadaan pompa minyak atau pumping pada sumur minyak di Stasiun Pengumpul (SP) 69 milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP)

Warga Talang Padang Desa Benakat PALI Resah Percikan Pumping Minyak Meluas Hingga ke Tanah
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Warga Talang Padang Desa Benakat PALI Resah Percikan Pumping Minyak Meluas Hingga ke Tanah 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Keberadaan pompa minyak atau pumping pada sumur minyak di Stasiun Pengumpul (SP) 69 milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP) yang berlokasi di Talang Padang Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi membuat warga resah.

Percikan atau cipratan minyak mentah yang berasal dari pompa berserakan di atas tanah dan mengalir ke permukaan tanah rendah bahkan tidak sedikit masuk ke kebun warga. Keadaan itu disinyalir telah berlangsung lama.

Pantauan Tribun di lapangan saat ikuti Jelajah Alam Anti Narkoba (JAPAN) yang melintasi lokasi pompa minyak itu, terlihat lelehan minyak mentah berserakan di atas tanah.

Keadaan ini tentu mengundang keprihatinan sejumlah peserta JAPAN, dan mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI untuk menindak perusahaan Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina itu.

"Tentu mencemari lingkungan, sebab ceceran minyak terus mengalir kemana-mana, dan telah mencemari lahan warga," ucap Herdi, warga Talang Ubi, Kamis (26/6).

Herdi bersama warga lainnya berharap pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat agar tidak tinggal diam terhadap percikan minyak mentah yang meleleh.

Sementara dari keterangan salah satu warga yang kebetulan melintas disekitar lokasi bahwa warga Desa tidak berani berkomentar terkait permasalahan itu,

karena ada intimidasi dari pihak perusahaan dan pihak perusahaan mengadakan peraturan se pihak agar warga tidak menyebarluaskan kejadian itu.

Bahkan diakui warga tersebut bahwa saat ini, leleran minyak tidak seberapa, karena banyak hanyut terbawa arus hujan. Namun, saat kemarau lelehan minyak mentah pasti lebih banyak menyembur kemana-mana.

"Kami ada perjanjian yang ditandatangani, agar kami tidak menyebar luaskan masalah itu.

Padahal banyak warga yang dirugikan, dan tidak pernah ada kompensasi, paling ada warga dipekerjakan untuk pembersihan," kata warga setempat yang meminta nama tak ditulis demi kenyamanannya.

Sementara itu, humas PT BBP Anggit saat dikonfirmasi secara berulang-ulang melalui via handphone yang bersangkutan tak mengangkat telepon.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved