Terinsipirasi RA Kartini, Dua Cewek Cantik ini Rela Lakukan ini Demi Hidup Mandiri

Demi mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang sarjana sekaligus mengurangi beban orang tua, ia rela bekerja sambil kuliah

Terinsipirasi RA Kartini, Dua Cewek Cantik ini Rela Lakukan ini Demi Hidup Mandiri
ISTIMEWA
Arin (kiri) dan Ayu 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Cantik, muda dan mandiri itulah sosok yang tergambar dari wanita manis bernama Arien Syafitri. Wanita kelahiran Palembang, 30 Januari 1996 ini baru 8 bulan bekerja sebagai tenaga honor di Disdik Kota Palembang.

Demi mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang sarjana sekaligus mengurangi beban orang tua, ia rela bekerja sambil kuliah. Sebagai perempuan, ia tak mau hanya berpangku tangan saja mengandalkan orang tua. Dalam benaknya, ia harus sukses dan mandiri dengan usahanya sendiri.

"Kalau bagi saya mandiri itu penting. Setelah tamat sekolah saya sudah berusaha mencari kerja sambil kuliah. Dan ini saya lakukan demi menggapai cita-cita saya," ujarnya.

Arin mengaku uang penghasilannya sebagai tenaga honorer memang tak seberapa namun ia selalu menyisihkan gajinya tersebut untuk membayar keperluan kuliah. "Walaupun gaji kecil tapi saya berusaha mandiri. Memang masih dibantu dikit-dikit sama orang tua tapi dalam hal lain saya jarang meminta selagi ada saya bisa membelinya sendiri," ungkap dia.

Apa yang dilakukan sejauh ini, menurut Arien terinspirasi dari sosok pejuang RA Kartini. Baginya Kartini figur yang mampu mengangkat derajat perempuan. "Kalau tidak ada beliu mungkin perempuan sekarang ini selamanya tertindas," katanya. Itulah, lanjut dia yang menjadikan inspirasinya sebagai wanita harus mampu berjuang sendiri selagi mampu tanpa harus mengeluh.

Selain Arien, ada lagi nih perempuan yang juga mandiri meski usianya sangat muda. Ayu namanya, mahasiswi semester akhir di Unsri yang tak malu untuk bekerja sambil kuliah disela kesibukannya. Alhasil, berkat kegigihan dan kerja kerasnya ia mampu hidup mandiri dengan hasil keringatnya sendiri.
"Alhamdulilah walaupun belum sepenuhnya mandiri tapi saya bisa membiayai diri sendiri seperti ini," kata finalis Putra-Putri Unsri ini.

Apalagi tak banyak mahasiswa seusianya yang memilih untuk bekerja sambil kuliah. "Kebanyakan orang gak mau ribet. Tapi saya berprinsip pendidikan paling utama. Apapun kesibukan harus diperjuangkan," ungkap dia. Ia mengaku tak gampang untuk membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun sejauh ini ia pun berhasil melakukan hal tersebut.

Bagi Ayu, mandiri adalah sebuah pilihan jalan hidup. "Sulit untuk memilih mandiri dan bebas. Karena banyak yang menganggap wanita itu lemah padahal tidak. Kita sebagai wanita bisa dan mampu sama seperti lelaki," tegasnya.(rie)

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved