Berita Musi Banyuasin

Sebulan Kirim 12 Ribu Botol Miras Oplosan, 3 Kota di Sumsel Jadi Target Distribusi

Setelah terbongkarnya pabrik miras oplosan yang berada di Dusun IV Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Senin (16/4/2018)

Sebulan Kirim 12 Ribu Botol Miras Oplosan, 3 Kota di Sumsel Jadi Target Distribusi
Sripoku.com/Fajeri Ariek
Sebulan Kirim 12 Ribu Botol Miras Oplosan, 3 Kota di Sumsel Jadi Target Distribusi 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Setelah terbongkarnya pabrik miras oplosan yang berada di Dusun IV Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Senin (16/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB oleh aparat kepolisian Polres Muba. Aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pemilik utama home industri miras oplosan.

"Ya, saaf ini kita terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap para pelaku-pelaku pembuat miras oplosan ini. Karena walaupun baru satu bulan beraksi sudah sekitar 12 ribu botol mereka pasarkan di Lubuk Linggau, Lahat, dan Batu Raja,"kata Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti didampingi Kasat Reskrim AKP Kemas M Syawaludin, Rabu (18/4/18).

Disinggung mengenai home industri miras ini jaringan lintas daerah, pihaknha belum bisa berbicara banyak. Karena masih dalam tahap pemgembangan, dan pihaknya kini masih mengejar pemodal dari bisnis miras oplosan. "Kita sudah mengantongi identitas terhadap pemilik sekaligus pemodal home industri miras oplosan ini, keberadaanya juga sudah diketahui secepatnya akan kita tangkap,"ungkapnya.

Lanjutnya, mengenai penangkapan pelaku pemilik miras oplosan yang menyebabkan puluhan nyawa melayang di Jawa Barat itu bukan pemiliknya. Polres Muba hanya membantu pihak kepolisian dari Jawa Barat menangkap pelaku tersebut di Kabupatem Musi Banyuasin (Muba). "Bukan tidak ada kaitanya sama ini,"ujarnya.

Dalam membuat miras oplosan 8 orang yang diamankam mempunyai peran pentimg masing-masing, seperti pengisi air miras, pengepres botol, pengelaman stiker, cap kadarluarsa, dan pengepakan kedalam kardus.

"Walaupun mereka baru berjalan kurang lebih satu bulan namun omset yang didapatkan sangat luar biasa dimana mencapai ratusan juta rupiah setiap kali pengiriman miras palsu ini. Beruntung kita berhasi menghentikan bisnis haram ini, karena pembuatanya sangat tidak baik dan juga menggunakan perwarna textile untuk bahan warna campuran miras,"ungkap Andes.

Delapan orang pelaku yang bertugas sebagai pekerja pembuat miras oplosan telah kita amankan di Mapolres Muba. "Pelaku akan kita jerat sengan pasal 136 B atau pasal 142 UU RI No 18 Tahun 2018  tentang pangan dan pasal 204 ayat 1 KUHP tentang minuman keras, dengan ancaman hukuman penkara selama 15 tahun penjara,"jelasnya.

Sementara, salah satu pelaku, Abu Naim, mengungkapkan dibangunnya home industri miras oplosan tersebut setelah ia bertemua dengan pemilik modal di Palembang bebera bulan yang lalu. "Saya bertemua sama dia pak, dari sama direncakan pembangunan pabrik miras,"ungkapnya.

Pada pertemuan singakt itu, saya diberikan kepercayaan sebagai koordinator pekerja dari Bengkulu. Setiap pekerja mempunyai peran penting masing-masing. "Saya di gaji sebesar Rp 2.5 juta perbulannya, kalau pekerja di upah Rp 1.5 juta perbulan. Kalau untuk pemesanan saya menunggu perintah saja,"ujarnya.

Sebagai informasi, praktek pembuatan minuman keras (Miras) palsu atau miras oplosan yang berada di Dusun IV Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, akhirnya terbongkar oleh aparat kepolisian Polres Muba, Senin (16/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Pada penggrebakan tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan ribuan botal miras dalam bentuk kosong maupun telah berisi miras palsu yang siap edar.

Halaman
12
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help