Berita Palembang

Bayar PDAM Suka Mahal,Mungkin Ada Kebocoran? Yuk Coba Cara Mudah Ini Untuk Mengecheck!

Masih adanya para pelanggan yang menunggak retribusi penggunaan air bersihnya. Membuat PDAM Tirta Musi unit

Bayar PDAM Suka Mahal,Mungkin Ada Kebocoran? Yuk Coba Cara Mudah Ini Untuk Mengecheck!
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masih adanya para pelanggan yang menunggak retribusi penggunaan air bersihnya. Membuat PDAM Tirta Musi unit pelayanan Rambutan melakukan pemutusan terpadu kepada para pelanggannya.

Kali ini, yang menjadi sasaran anggota PDAM Tirta Musi ialah di kawasan Jalan PSI Lautan, Jalan Kadir TKR, Jalan PSI Kenayan, dan sekitarnya. Setidaknya ada 85 pelanggan yang didatangi petugas dan disegel meteran airnya.

Sekitar lima orang petugas dari PDAM Tirta Musi dibantu dengan anggota kepolisian. Nampak menyusuri gang-gang kecil di kawasan Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II.

Para petugas ini, langsung mendatangi rumah-rumah warga yang menunggak retribusi airnya. Tak ada perlawanan dari para pelanggan yang meterannya disegel ini. Mereka berjanji, akan segera membayar tunggakan air tersebut ke kantor PDAM Tirta Musi unit pelayanan Rambutan.

"Ada tunggakan sekitar Rp 800 ribu, empat bulan menunggak. Nanti langsung saya bayarlah, sekalian saya mau nanya kenapa bayaran PDAM saya ini kok mahal ya, padahal pemakaian standar," keluh Jumahat saat dibincangi Tribunsumsel, Selasa (17/4/2018).

Asisten Manajer PKA bagian pemutusan, Irwan Saputra menerangkan,‎ sebenarnya tingkat kepatuhan pembayaran retribusi PDAM Tirta Musi di kota Palembang cukup tinggi, yakni dikisaran lebih dari 90 persen.

Namun Irwan mengakui, khususnya dikawasan Kelurahan 36 Ilir Kecamatan IB II ini, kepatuhan pembayaran tergolong cukup rendah. Padahal, air di kawasan tersebut mengalir cukup maksimal.

"Bagus pengalirannya, tapi memang agak rendah. Di kawasan ini memang kita sangat persuasif ya, kita berikan himbau-himbauan agar mereka membayar kewajibannya. Kalau tidak mau ya, terpaksa kita segel. Kita beri waktu hingga " tegasnya.

Irwan mengatakan, jika ada pelanggan yang meterannya tersebut disegel, pelanggan diwajibkan membayar tunggakannya serta denda administrasi sebesar Rp 75 ribu, jika ingin membuka segel tersebut. Para pelanggan diberikan waktu selama dua bulan untuk melunasi tunggakan tersebut, jika tidak mau meterannya diputus.

"Kalau sudah diputus, mereka harus membayar biaya pasang baru sebesar Rp 1.050.000 ditambah denda pelanggaran Rp 500 ribu, dan total tunggakkannya. Mahal memang, untuk itulah kita himbau kepada masyarakat agar membayar tagihan tepat waktu," katanya.‎

Irwan juga menjelaskan, bagi para pelanggan yang menunggak kewajibannya ini, beberapa diantaranya terjadi karena mengeluh pembayaran yang cukup mahal dan dianggap tidak sesuai dengan jumlah air yang digunakan. Untuk mengetahui hal tersebut, Irwan mempersilahkan para pelanggan untuk melapor ke kantor PDAM Tirta Musi.

‎Irwan juga mengatakan, seandainya pemakaian memang dinyatakan sesuai dengan penggunaan, patut diduga jika pembayaran retribusi ini mahal, karena terjadi kebocoran dipipa setelah meteran air.

Irwanpun sedikit memberikan tips, bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah ada kebocoran di instalasi airnya. Caranya, para pelanggan tinggal menutup semua kran air yang ada di rumah.

Lalu para pelanggan tinggal memperhatikan meteran airnya, jika meteran air tetap berputar walaupun kecil berarti kuat terindikasi terjadinya kebocoran.

"Apalagi kalau mutarnya besar. Kalau seperti itu, saran kami ya harus dirombak instalasi airnya. Kalau nyari yang bocor dimanakan memang agak susah, jadi ya paling mudah ganti instalasinya. Kami sudah beberapa kali mendapati pelanggan yang demikian." jelasnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help