Hoax Dalam Pandangan Islam: Sejarah dan Perkembangannya

Namun kini informasi beredar melalui berbagai media, melalui pesan singkat, media sosial, dan lain sebagainya.

Hoax Dalam Pandangan Islam: Sejarah dan Perkembangannya
ilustrasi hoax 

Walhasil, tutur Ibnu Rusyd, "Jika kamu ingin orang bodoh, bungkuslah segala hal dengan agama."

Oleh karena itu, pasca-Nabi, para sahabat, tabi'in, dan ahli hadis membentuk sebuah ilmu musthalah hadits yang di dalamnya diatur agar sebuah hadis terhindar dari hoax atau kebohongan, penyelewengan yang disengaja maupun tak disengaja.

Di dalamnya ada ilmu sanad (periwayatan) dan matan (konten), di mana setiap hadis harus berasal dari periwayat yang terjaga kepercayaannya (begitu bahkan melakukan sesuatu yang tidak etis dalam Islam) dan kontennya juga dicek secara kebahasaan, dll apakah dia memang dari Nabi dari segi kandungan dan salah satu yang utama harus sesuai dengan nilai Al-Qur'an.

Saat ini juga kerap kita rasakan, salah satu celah hoax adalah saat sebuah berita bergandengan kuasa, khusus politik.

Karena memang sejak masa awal-awal Islam, pasca-Nabi, teks agama yang suci (khusus hadis) kerap dipolitisasi dengan ucapan menjadi hoax atau dibuat perkataan yang disandarkan pada Nabi untuk kepentingan penguasa.

Salah satu contoh contoh Muqatil bin Sulaiman al-Bakhi adalah pembohong dan pemalsu hadis di mana Imam Nasa'i memasukkannya sebagai seorang pembohong.

Ia pernah mengatakan terang-terangan kepada Khalifah al-Mahdi dari Bani Abbas: "Bila kamu suka, akan aku buatkan hadis untuk (keagungan) Abbas" .

Namun Sang Khalifah menjawab: "Aku tidak menghendakinya!" .

Sifat "Kebenaran" dan "Kebatilan" pada posisi seperti udara dan minyak. Beda dan tak bisa bercampur.

Namun, dalam hal QS. Al-Anfaal: 73, hoax bisa mengaburkan kebenaran dan kebatilan yang akan membawa manusia pada kerusakan besar.

Misalnya, rangkaian periwayatan hadis akan runtuh jika di tengahnya adalah periwayat yang bermasalah karena menjadi taka da jaminan untuk kesucian hadis tersebut.

Atau, buat permainan teka teki silang, jika salah satu jawaban anda bohong, maka akan menimbulkan rentetan kesalahan yang menuju pada kerusakan besar tentunya.

Diuntung pula, tipuan bisa rusak struktur mental seseorang karena rentetan logika sebab-akibat akan rancu jika disusupi tipuan.

Maka, mari bersama menjaga agama dan bangsa ini dari tipuan. Putar Kembali HOAX!

Oleh: Muhamad Edward

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help