TribunSumsel/

Sriwijaya FC

Hasil 4 Laga Sriwijaya FC Jadi Sinyal Alarm Bahaya di Awal Kompetisi

Meski perjalanan masih sangat panjang, namun hasil yang diraih oleh Sriwijaya FC di 4 laga awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2018

Hasil 4 Laga Sriwijaya FC Jadi Sinyal Alarm Bahaya di Awal Kompetisi
TRIBUNSUMSEL.COM/M A FAJRI
KECEWA - Ekspresi kekecewaan kapten tim Sriwijaya FC Hamka Hamzah usai ditaham imbang oleh Persipura pada laga lanjutan liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (14/4/2018). Tuan rumah Sriwijaya FC ditahan imbang oleh Persipura dengan skor 2-2 (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski perjalanan masih sangat panjang, namun hasil yang diraih oleh Sriwijaya FC di 4 laga awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 patut menjadi pembelajaran berharga.

Menempati peringkat  10 klasemen sementara bukanlah posisi yang menunjukkan kapasitas tim yang mentargetkan gelar juara atau minimal menembus 3 besar di akhir musim nanti.

Beberapa pelajaran memang patut menjadi perhatian, terutama lini pertahanan yang sejauh ini sudah kebobolan 6 gol.

Sempat mencatat hasil clean sheet di laga perdana sewaktu melawan Borneo FC (25/3), gawang SFC yang dijaga Teja Paku Alam akhirnya kebobolan 6 gol di 3 laga berikutnya.

Kondisi ini pun tidak diimbangi daya serang yang belum menunjukkan kualitas terbaiknya dan hanya mampu mencetak 5 gol.

Sehingga tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini masih mencetak hasil minus untuk urusan agregat gol secara keseluruhan.

Memang terlalu dini untuk memberikan penilaian negatif terhadap kinerja pemain yang sudah bekerja keras di lapangan hijau.

Namun setidaknya laga terakhir melawan Persipura Jayapura (14/4) kemarin menunjukkan perlu ada perbaikan kedepannya.

Apalagi asisten pelatih SFC Rasiman mengakui bahwa kebanyakan gol yang bersarang ke gawang Teja PA datang dari pola yang sama yakni serangan balik lawan yang cepat.

“Sebenarnya hal ini sudah kami evaluasi usai laga melawan Madura lalu dan hal ini pun sering terjadi di pre season lalu."

"Namun kali ini situasinya agak berbeda karena lawan tidak menggunakan aliran bola yang cepat dan menggandalkan skil individu pemain mudanya yang cukup merepotkan,” jelas Rasiman.

Selain itu, bongkar pasang pemain juga masih dicoba di lini belakang walau menurutnya ketidakhadiran Mohamadou Ndiaye juga cukup berpengaruh.

“Saat melawan Madura, sebelum kartu merah yang diterimanya organisasi permainan masih baik."

"Ketika dia keluar dan set piece lawan langsung berbuah gol, maka organisasi mulai tidak seimbang."

"Dalam posisi normal, ketika Ndiaye berduet dengan Hamka dengan diapit Alfin serta Marco di kedua sisi bek sayap maka memang kita akan bisa bermain lebih menyerang,” tambahnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help