Berita Palembang

Ratusan Santri Semangat Ikut Dzikir dan Haul Akbar Ki Marogan

Ratusan santri bersama ustadz/ustadzah pengajian Rumah Tahfiz yang tersebar di penjuru Kota Palembang mengikuti

Ratusan Santri Semangat Ikut Dzikir dan Haul Akbar Ki Marogan
TRIBUNSUMSEL.COM/AANG HAMDANI

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Ratusan santri bersama ustadz/ustadzah pengajian Rumah Tahfiz yang tersebar di penjuru Kota Palembang dan kabupaten/kota di Sumseldiantaranya Lubuk Linggau, Ogan Ilir, Muaraenim, Banyuasin dan lainnya mengikuti kegiatan Dzikir dan Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-117 di Kertapati, Sabtu (14/4/2018) pagi hingga siang.

Di antara peserta dari Rumah Tahfidz Asy Syifa Kelurahan 9/10 Ulu. Para santri naik bus, mobil, dan motor bersama orangtuanya/wali.

Kiai Merogan
Kiai Merogan (TRIBUNSUMSEL.COM/AANG HAMDANI)

Kegiatan dipusatkan di Masjid Kiai Marogan diisi dengan Salat Dhuha, zikir, ziarah ke makam Kiai Marogan, dan akan dilanjutkan dengan khataman Alquran.

Tampak anak-anak santri bersemangat mengikuti rangakaian kegiatan. Begitu juga ketika ziarah ke makam ulama besar Kiai Marogan yang sebelum ini telah mereka dengar kisah dan kemasyhurannya menyebarkan agama Islam di Bumi Sriwijaya.

Kiai Merogan
Kiai Merogan (TRIBUNSUMSEL.COM/AANG HAMDANI)

Di depan masjid telah berdiri tenda besar. Ulama dan tokoh masyarakat di Palembang terjadwal ikut serta dalam kegiatan spiritual ini.

Tersedia juga stand kuliner di sekitar masjid.

Sementara itu, dikutip dari sripoku.com, Kiai Muara Ogan atau Kiai Marogan memiliki nama lengkap Masagus Haji Abdul Hamid bin Mahmud alias Cek Kanang.

Pria yang memiliki keterkaitan kuat dengan masjid ini lahir di Kampung Karang Berahi, yang sekarang merupakan Kelurahan Kertapati.

Kiai Marogan lahir pada tahun 1227 H atau tahun 1811 M. Wafat pada tanggal 17 Rajab tahun 1319 H atau 31 Oktober 1901 M.

Ia dimakamkan disamping Masjid yang didirikannya, yang sekarang kita kenal sebagai Masjid Ki Muara Ogan atau Masjid Ki Marogan.

Haul  diselenggarakan dalam rangka mengenang perjuangan dakwahnya menyebarkan agama Islam di Palembang dan sekitarnya.

Banyak ajaran Kiai Marogan yang masih melekat di sebagian penduduk Palembang, di antaranya dzikir “La ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin Muhammadur Rasulullah Shadiqul Wa’dul Amin”, yang artinya “Tiada Tuhan Selain Allah, Raja Yang Benar dan Nyata, Muhammad adalah Rasulullah Yang Jujur dan Amanah.”

Penulis: Aang Hamdani
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help