Sriwijaya FC

Rahmad Darmawan Jadi Pertanyaan Karena Jarang Lakukan Pergantian Pemain, Ternyata Ini Alasannya

Jelang laga melawan Persipura, Sabtu (14/4) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, pelatih Sriwijaya FC Rahmad

Rahmad Darmawan Jadi Pertanyaan Karena Jarang Lakukan Pergantian Pemain, Ternyata Ini Alasannya
warta kota/nur ichsan
rahmad darmawan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Jelang laga melawan Persipura, Sabtu  (14/4) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyebut kondisi anak asuhnya siap tempur.

Terkait kemungkinan akan melakuka rotasi pemain, eks pelatih timnas Indonesia ini mengaku masih akan memantau kondisi seluruh pemain hingga H-1 nanti.

“Semua pemain punya peluang yang sama, kecuali Ndiaye yang memang harus absen karena hukuman akumulasi kartu,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan di lapangan atletik Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (10/4) sore.

Pemilihan pemain yang masuk dalam line up serta starting eleven laskar wong kito di 3 pertandingan awal kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 memang sempat mendapat pertanyaan dari sejumlah pihak.

Saat menang atas Persib Bandung (1/4) kemarin, selama 90 menit jalannya pertandingan, pelatih asal Lampung ini tidak melakukan pergantian pemain.

Skuat yang sama pun akhirnya kembali dimainkan di laga berikutnya ketika bertamu ke kandang Madura Unied (7/4), nyaris tidak ada pergantian di starting eleven.

Barulah di menit 72 babak kedua, RD memasukkan 2 darah segar yakni Yu Hyun Koo dan Novan Sasongko menggantikan Alfin Tualasamony serta Adam Alis yang mengalami cedera.

Namun RD sendiri menyebut bahwa pergantian pemain yang dilakukannya telah melalui pertimbangan yang matang.

Bahkan sebelum Ndiaye terkena KM di menit 82 dan berujung gol pertama bagi tim tuan rumah, pihaknya telah sempat ingin menggantinya dengan Bio Paulin.

RD sendiri menegaskan bahwa jelang melawan Persipura, pihaknya lebih menitik beratkan kepada sisi non teknis kepada seluruh pemain.

“Saya ingatkan mereka untuk tidak terpengaruh, misalnya ada pemain yang terkena kartu merah."

"Berada dalam tekanan lawan atau ada kondisi yang merugikan dari sisi kepemimpinan pengadil di lapangan,” jelasnya.

Diakuinya, kekalahan telak 0-3 atas MU kemarin memang cukup merugikan pihaknya.

“Untuk sebuah kompetisi seperti ini, selisih gol akan sangat berpengaruh."

"Sebagai contoh jika kemarin SFC hanya kalah tipis 0-1 maka posisi di klasemen akan bisa lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved