Berita Musirawas

Angka Kemiskinan Capai 14,20 Persen, Kepala BPS Mura Sebut Alami Penurunan

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas (Mura) merilis hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional ‎(Susenas) tahun 2017

Angka Kemiskinan Capai 14,20 Persen, Kepala BPS Mura Sebut Alami Penurunan
Eberita.org
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUSIRAWAS -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas (Mura) merilis hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional ‎(Susenas) tahun 2017.

Berdasarkan data rilis yang disampaikan BPS angka kemiskinan di Kabupaten Mura tahun 2017 mengalami penurunan dari 14,30 persen menjadi 14,20 persen dari penduduk Kabupaten Mura sebesar 421 ribu jiwa.

Penurunan itu, hanya 0,6 persen dengan garis kemiskinan Rp 392.740 Ribu perkapita perbulan. Dan masih menempatkan Kabupaten Mura sebagai kabupaten termiskin ke 12 dari 17 kabupaten kota Se-Sumsel.

Kepala BPS Kabupaten Mura, Aidil Adha mengatakan, penurunan itu termasuk kategori melambat, karena disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena banyak program yang belum dirasakan oleh masyarakat.

"Bisa jadi program pemerintah sekarang sudah tepat sasaran dan sudah bagus. Namun belum maksimal saja," katanya pada Tribunsumsel.com, Selasa (10/4).

Ia menerangkan, untuk menurunkan angka kemiskinan itu membutuhkan kerjasama antar sektor. Lalu sasaran program harus jelas dan harus bersentuhan dengan penduduk miskin.

Kepala BPS Kabupaten Mura Aidil Adha
Kepala BPS Kabupaten Mura Aidil Adha (TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS)

"Salah satu contohnya adalah Kartu Petani Makmur, diupayakan Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima kartu berdasarkan Basis Data Terpadu TNP2K (Tim Nasional Percepatam Penanggulangan Kemiskinan)," ungkapnya.

Lalu, cara yang kedua adalah, bagaimana cara pemerintah meningkatkan penghasilan petani dalam waktu dekat. Misalnya pemerintah menggalakkkan gerakan menanam. 

"Namun usia panennya jangka pendek. Seperti disela-sela kebun karet sawit itu bisa ditanam cabe dan bawang yang waktu panennya tidak lama," ujarnya.

Kemudian, sektor yang paling berpengaruh terhadap  tingkat kemiskinan di Kabupaten Mura adalah pertanian penyebab utamanya adalah karena komodi karet yang cendrung stagnan.

"Jadi penghasilan penduduk miskin tidak meningkat, sementara kebutuhan harga-harga semakin meningkat," ucapnya.

Ketika disinggung terkait wilayah mana yang angka kemiskinannya paling tinggi. Aidil tidak bisa memprediksi karena tahun 2017 lalu mereka tidak melakukan survei Suseda.

"Suseda baru dilaksanakan tahun 2018, kalau presentase penduduk miskin banyak diselangit, namun kalau secara jumlah banyak di Kecamatan Megang Sakti dan Tugu Mulyo," katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help