Berita Palembang

Uang Palsu Marak Beredar di Sumsel, BI Imbau Waspada, Sebagian Besar Rp 50 dan Rp 100 Ribu

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran

Uang Palsu Marak Beredar di Sumsel, BI Imbau Waspada, Sebagian Besar Rp 50 dan Rp 100 Ribu
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu yang marak akhir-akhir ini.

Kepala Tim Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Perdi Silalahi mengatakan, temuan uang palsu di Sumsel per Maret 2018 mencapai 472 lembar,

Masyarakat diimbau waspada saat bertransaksi sehingga tidak menemukan uang palsu," katanya kepada Sripoku.com, Senin (9/4/2018).

Dalam rentang tahun 2010 sampai 2018 awal peredaran uang palsu di Sumsel mencapai angka tertinggi pada tahun 2016 yakni sebanyak 3286 lembar uang palsu serta terendah pada tahun 2013 sebanyak 398 lembar.

Diungkapkan Perdi peredaran uang palsu tersebut tidak berkorelasi dengan adanya Pilkada atau Pilpres dan hari besar keagamaan.

"Tahun 2016 di Sumsel tidak ada momen Pilkada, namun peredaran uang palsu angkanya tinggi. Hal ini menunjukkan tidak ada momen khusus untuk penyebaran uang palsu," ungkapnya.

Temuan uang palsu di beberapa daerah di Sumsel hanya menunjukkan pengedaran uang palsu bukan produksinya.

"Di Sumsel hanya pengedaran uang palsu sementara produksinya ada di Jawa.

Pengedarannya pun hanya untuk daerah-daerah seperti pedesaan atau pelosok dan biasanya menyasar daerah dengan sektor ekonomi pertanian," terangnya.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved