Driver Online Ditemukan Tewas
5 Fakta Misteri Hengki Sulaiman Pelaku Terakhir Pembunuhan Driver Gocar yang Kabur,No.3 Bikin Syok
Belum tertangkapnya satu tersangka terakhir pelaku pembunuhan driver gocar Tri Widyantoro menjadi sorotan keras masyarakat
TRIBUNSUMSEL.COM -- Belum tertangkapnya satu tersangka terakhir pelaku pembunuhan driver gocar Tri Widyantoro menjadi sorotan keras masyarakat Palembang.
Satu pelaku atas nama Hengki Sulaiman alias hengki menghilang setelah beberapa rekannya ditangkap polisi hingga satu rekannya bernama Poniman tewas ditembak karena melawan.
Tentunya menjadi misteri akan kemanakah Hengki memilih kabur dari kejaran pihak kepolisian
Beberapa hari sebelumnya,Kapolda Sumsel,Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah mengerahkan menangkap Hengki hidup atau mati
Menarik untuk ditelisik, Tim Tribunsumsel telah mencoba menelusuri langsung ke tempat asal Hengki yang berada di desa Mulya jaya Kecamatan Lalan Musi Banyuasin.
Dimana ada beberapa fakta yang terungkap dari sosok pelaku Hengki Sulaiman yang menjadi buronan polisi.
1. Pasca Buron, Hengki Masih Aktif di Facebook.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepala desa Mulya Jaya, Fredi yang mengaku sempat berkomunikasi dengan Hengki Sulaiman.

Pasca dirinya kabur menghilang setelah jadi buronan polisi. Fredi menuturkan jika obrolan itu terjadi lewat aplikasi messanger di Facebook beberapa pekan lalu.
Hengki diketahui aktif menggunakan facebook kala itu dengan telah mengganti foto profilnya menggunakan latar pantai dan gunung.
2. Terkuak Alasaan Tak Mau Menyerah.
Lewat percakapan singkat tersebut, Fredi menuturkan alasan mengapa Hengki takut untuk menyerahkan diri.
Waktu itu dibujuk untuk menyerahkan diri ke polisi. Sebab, orangtuanya juga berkeinginan putra satu-satunya itu sadar dan tobat atas kelakuannya.
"Saya tidak berani dipenjara," kata Fredi, menyebutkan isi pesan itu kepada Tribun Sumsel, Jumat (6/4) pagi.

Mengetahui jawaban pesan demikian, Fredi balas mengirim pesan, "Kalau tidak berani dipenjara maka siap mati. Kau sudah salah, orang salah harus berani bertanggung jawab, apapun risikonya. Malam ini aku tunggu di rumah, besok pagi ke Palembang untuk diantar ke polda. "