Berita Ogan Ilir

Jalan Poros Menuju KPT Ogan Ilir Masih Terendam Banjir, Banyak yang Nekat Melewatinya, Ini Akibatnya

Memasuki pekan ketiga, banjir didua akses jalan utama menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI)

Jalan Poros Menuju KPT Ogan Ilir Masih Terendam Banjir, Banyak yang Nekat Melewatinya, Ini Akibatnya
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Akses jalan poros menuju gerbang KPT Pemkab OI Masih ada terendam banjir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Memasuki pekan ketiga, banjir didua akses jalan utama menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih lumpuh, hal ini dikarenakan ketinggian air masih mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Tentu dengan ketinggian air yang mencapai kisaran 50-60 cm sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan empat.

Kendati begitu, meskipun jalanan masih tergenang air namun tetap saja pengendara tetap nekat melintasi badan jalan yang tergenang air tersebut.

Padahal, pemerintah setempat telah menghimbau secara tulisan bila jalan tersebut berbahaya untuk dilintasi.

Berdasarkan pantauan, akses jalan menuju gerbang KPT Sakatiga maupun di persimpangan Koramil Indralaya Pemda lama masih terpasang spanduk berwarna orange yang bertuliskan "dilarang melintas berbahaya".

Selain itu juga dikedua jalan utama tersebut ada petugas dari Dishub, BPBD dan Satpol PP, Linmas yang mengarahkan para pengendara untuk mengambil jalan alternatif di Desa Tebing Gerinting Selatan.

Wakil Komandan regu II Satpol PP dan Linmas Kabupaten OI Amrullah mengatakan, hingga kini banjir sudah ada tanda-tanda penyurutan namun bagi kendaraan masih bahaya untuk dilewati apalagi kendaraan roda dua.

"Kita masih menghimbau bagi kendaraan roda dua harus mengambil jalur alternatif pasalnya hingga kini banyak motor yang rusak dan mogok."

"Sudah lebih dari 20 buah kendaraan yang mogok akibat nekat melintasi badan jalan yang tergenang air," katanya.

Sementara itu, menurut Rusli salah satu warga yang melintas mengatakan merasa cukup terganggu dengan adanya banjir ini.

"Pasalnya aktifitas terganggu dan harus mengambil alternatif jalan jarak tempuh yang jauh sudah barang tentu pengeluaran lebih besar lagi," sesal Rusli.

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved