Home »

Video

Video Frame

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang

Venesia dari Timur membawa imajinasi tentang keindahan sebuah kota air bernuansa tropis dengan kanal-kanalnya.

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang
Youtube.com
VIDEO FRAME: Palembang, Venisia dari Timur yang Hilang 

Terang saja kata Musa, sekitar 60 tahun lalu, wilayah Palembang merupakan hutan dengan pepohonan tinggi yang tumbuh dan dialiri sungai kecil di sekitarnya, seperti Sungai Kedukan, Bendung, Kebangkan dan Sungai Aur yang semuanya bermuara ke Sungai Musi.

Sungai-sungai tersebut menurut Musa, dahulu sangat bersih, jernih, mengalir di antara pepohonan rindang yang masih mendominasi wilayah Palembang.

Namun sekarang, keindahan Palembang dengan sungai-sungainya berbanding terbalik dengan kondisi puluhan tahun lalu.

Baca: Tajir Melintir, Inilah 5 Mobil Mewah Sarita Abdul Mukti dan Faisal Harris

"Sungai-sungai sekarang keruh, kotor, tidak enak baunya, banyak sampah. Pas hujan deras, langsung banjir," tutur pria keturunan Arab ini.

Bagi masyarakat yang ingin memancing ikan di sungai, sekarang tidak bisa berharap banyak karena Sungai Musi tidak seperti dulu lagi, di mana masyarakat dapat dengan mudah menangkap ikan bahkan dari pinggir sungai sekalipun.

Musa berpendapat bahwa pesatnya pembangunan, terutama pemukiman di Palembang berdampak pada kualitas air sungai karena banyaknya sampah rumah tangga.

"Kalau dulu (Palembang) masih banyak hutan. Sekarang sudah banyak rumah. Banyak sungai ditimbun, dibangun gedung, sungai tidak bagus lagi," tandasnya.

Baca: Live Streaming Liga 1 Hari Ini : PSIS vs Bali United, Sriwijaya FC vs Persib Bandung

Akademisi sekaligus praktisi yang menekuni bidang sejarah di kota Palembang, Kemas A.R. Panji, S.Pd., M.Si mengungkapkan, beberapa dekade lalu Palembang dikenal sebagai kota sungai karena terdapat banyak sungai dengan Sungai Musi sebagai sungai utama.

"Kota Palembang dikenal dengan Sungai Musi dan sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Musi atau disebut juga Sungai Batang Hari Sembilan," jelas Kemas.

Tak heran, kondisi geografis Palembang dengan sungai-sungainya yang mirip kota Venice di Italia membuat ibukota Provinsi Sumsel dahulu dijuluki Venesia dari Timur pada zaman penjajahan Belanda.

Baca: 6 Skandal Asmara Selebriti Tanah Air yang Paling Heboh, No 5 Gempar

"Bukti bahwa Palembang kota sungai karena dahulu sungai merupakan sarana transportasi utama.

Bahkan aktivitas perdagangan pun dilakuan lewat sungai," terang Kemas A.R. Panji yang merupakan Sekretaris Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumsel.

Namun seiring berjalannya waktu dan pembangunan yang pesat di Palembang, julukan tersebut perlahan mulai hilang karena pembangunan pesat yang harus mengorbankan area sungai di Palembang.

Sungai sebagai jalur transportasi utama mulai ditinggalkan dan masyarakat beralih ke transportasi darat.

Baca: 15 Tahun Jadi ART Syahrini, Wanita ini Simpan Rahasia Mengejutkan, Asetnya Saja Segede ini

"Dahulu Sungai Musi merupakan halaman depan rumah, sekarang menjadi halaman belakang rumah, tempat (pembuangan) sampah dapur," tutur Kemas menggambarkan peran Sungai Musi sebagai sumber kehidupan yang mulai ditinggalkan.

Dilanjutkan dosen program studi sejarah di Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang ini, dari segi ukuran, Sungai Musi dan sungai-sungai kecil lainnya mengecil karena penimbunan sungai yang masif untuk pengembangan kota.

"Maka saat ini sebutan Venesia dari Timur menjadi tidak pas karena banyak hilangnya anak-anak sungai di Palembang," tegasnya.

Baca: Masih Ingat Siti KDI? Lama Tak Terdengar, Begini Kabarnya Sekarang Mengejutkan

Berikut ini videonya:

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help