Video Frame

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang

Venesia dari Timur membawa imajinasi tentang keindahan sebuah kota air bernuansa tropis dengan kanal-kanalnya.

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang
Youtube.com
VIDEO FRAME: Palembang, Venisia dari Timur yang Hilang 

Sebuah kota metropolitan berlabel internasional padat dengan gedung-gedung megah, pusat perbelanjaan, perumahan, dan jalan-jalan yang padat merayap pada jam-jam sibuk.

Daratanisasi di Palembang begitu masif selama dua dekade terakhir. Hamparan rawa-rawa diuruk dan beralih rupa menjadi bangunan perbelanjaan, kantor, dan kompleks perumahan.

Masyarakat Palembang yang telah puluhan tahun bermukim di Palembang hanya bisa mengenang anak-anak sungai yang kini hilang.

Baca: PSHT Palembang Sabet 7 Emas dan 1 Perak di Kejuaran Pencak silat National Championsip II

Menurut berbagai sumber, tahun 1970-an, Palembang tercatat mempunyai 280 anak sungai.

Tahun 2000, jumlahnya tinggal sekitar 108, dan terus menyusut hingga saat ini tertinggal 32 anak sungai.

TRIBUN mencoba mengorek keterangan orang-orang yang pernah merasakan dan mengetahui bagaimana keindahan Palembang di masa lalu dengan sungai-sungainya yang kini tak seindah dahulu.

Adalah Musa Assegaf, pria berusia 83 tahun ini merupakan satu dari beberapa saksi hidup yang pernah merasakan indahnya alam ciptaan Tuhan di kota Palembang, yakni Sungai Musi.

Baca: Ingat Leny Jebolan KDI 4? Tak Pernah Nongol di TV, Kabar Tragis Dibawanya, Terancam Kurungan Penjara

Warga Kampung Almunawar, Jalan K.H. Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 2 ini mengaku hampir setiap hari menyusuri sungai Musi kala ia remaja, yakni pada pertengahan tahun 1950-an.

Halaman
1234
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved