Berita Palembang

Menunggak Bayar Tagihan, PDAM Tirta Musi Putuskan 'Air' Bagi 88 Pelanggan

Cukup banyaknya pelanggan PDAM Tirta Musi yang menunggak kewajibannya, membuat mereka harus bertindaktegas

Menunggak Bayar Tagihan, PDAM Tirta Musi Putuskan 'Air' Bagi 88 Pelanggan
Tribunsumsel.com/Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Cukup banyaknya pelanggan PDAM Tirta Musi yang menunggak kewajibannya, membuat mereka harus bertindaktegas.
Hal itupun dilakukan oleh Unit Pelayanan Seberang Ulu (SU) II PDAM Tirta Musi dengan cara mendatangi rumah-rumah para pelangganuntuk melakukan pemutusan terpadu.
Dengan menurunkan sekitar delapan tim, sebanyak 88 pelanggan yang menunggak pembayaran didatangi oleh tim ini. 88 pelanggan ini berada di kawasan Jalan KH Azhari, jalan Tembok Baru, Jalan A Yani, Jalan HM Ryacudu, dan sekitarnya.
Tak semuanya dilakukan pemutusan, beberapa pelanggan diantaranya hanya dilakukan penyegelan meteran, hingga mereka membayar kewajibannya tersebut.
"Jadi hari ini kita mendatangi 88 pelanggan dengan tunggakan total selama 249 bulan tunggakan. Total tunggakan ini sekitar Rp 51 juta. Sebelum dilakukan pemutusan sementara, para pelanggan ini sudah diberikan peringatan terlebih dahulu," terang PJs Manajer PDAM Tirta Musi Unit Pelayanan SU II, Ari Chandra didampingi oleh Asisten Manajer PKA Bagian Pemutusan PDAM Tirta Musi, Irwan Saputra saat dibincangi Tribunsumsel.
Ari menyebutkan, sebenarnya penindakan pemutusan sementara ini dilakukan oleh anggotanya setiap hari. Dalam sebulan, setidaknya ada 80 pelanggan yang dilakukan pemutusan sementara.
"Setiap hari sebenarnya dilakukan, tapi inikan pemutusan terpadu. Kalau total pelanggan kita ini sekitar 39.739" katanya.
Ari menerangkan, sebenarnya kepatuhan para pelanggan untuk melakukan kewajibannya di kawasan Unit Pelayanan SU II ini adalah cukup tinggi, yakni sekitar 88-90 persen perbulannya. Namun angka ini masih kurang dari target perbulannya, yakni 95 persen.
Tindak tegas ini dilakukan oleh PDAM Tirta Musi, karena sesuai dengan pelayanan yang maksimal. Apalagi di kawasan Jakabaring, Tegal Binangun, serta A Yani yang mana pengaliran airnya 24 jam nonstop.‎
"Dengan adanya kegiatan terpadu seperti ini, setidaknya bisa memberikan efek kepada para pelanggan untuk membayar kewajibannya," jelasnya.
Meski dibeberapa daerah memang telah dialiri air selama 24 jam. Namun, Ari tak memungkiri jika masih ada dua titik yang menjadi‎ kawasan zona merah yang kerap kali terkendala masalah aliran air, yang salah satunya di kawasan Silaberenati Ujung dan kawasan Pertahanan Ujung.
"Pada tahun 2015 yang lalu, masih ada delapan titik zona merah. Alhamdulilah sekarang sudah berkurang, untuk dua titik ini kita telah melakukan perkuatan jaringan pipa. Jadi secara keseluruhan tidak ada masalah ya," katanya.
Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved