Main di Liga Malaysia, Ini Perbedaan Liga Disana dengan di Indonesia Menurut David Laly

Meski belum terlalu lama bermain di Malaysia, namun David Laly mengaku sudah merasakan kesan yang mendalam.

Main di Liga Malaysia, Ini Perbedaan Liga Disana dengan di Indonesia Menurut David Laly
Tribun Sumsel/ Weni Wahyuny
David Laly 

TRIBUNSUMSEL.COM - Meski belum terlalu lama bermain di Malaysia, namun David Laly mengaku sudah merasakan kesan yang mendalam.

Pemain asal Indonesia yang membela Felcra FC yang akan menjadi lawan Sriwijaya FC di laga persahabatan internasional, Kamis (15/3) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) ini menyebut ada beberapa hal yang membuatnya cukup terkejut saat merumput di negeri Jiran.

“Terutama dari sisi fasilitas, sebagai contoh sebuah klub di Malaysia tidak ada yang mendapat kesulitan untuk latihan."

"Mereka rata-rata sudah memiliki lapangan sendiri dan saat bertanding baru memakai stadion utama, sebuah hal yang belum banyak dimiliki oleh klub di Indonesia,” ujarnya saat ditemui di hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (13/3) siang.

Selain itu, rapinya pengelolaan kompetisi juga menjadi nilai unggul sepakbola Malaysia.

“Pengaturan jadwal sangat baik, lalu disana juga sangat tegas dan ada klub yang mendapat sanksi mulai dari pengurangan poin hingga diturunkan statusnya karena tidak memenuhi ketentuan atau regulasi yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Terkait kariernya di Felcra FC, pemain asal Papua ini mengaku proses adaptasinya sudah cukup berjalan baik.

“Saat ini kami berada di peringkat 5, sekali menang dan 4 kali seri. Namun poin kami hanya selisih 2 dengan Felda di puncak klasemen."

"Di Premier League Malaysia mainnya sangat keras sekali, beda dengan Super League yang lebih banyak ke taktik,” bebernya.

David di 5 laga tersebut juga mampu menyumbangkan 1 gol dan 1 assist bagi tim yang dimiliki oleh perusahaan kelapa sawit terbesar di Malaysia ini.

“Mungkin bedanya hanya di penonton, suporter di Indonesia jauh lebih ramai."

"Apalagi kami adalah tim yang dimiliki oleh perusahaan sehingga ketika bertanding lebih banyak didukung oleh para karyawan,” tambahnya.

Selain bermain bola, David juga mengaku telah memiliki rencana lain kedepannya.

“Saya ingin menjadi pelatih, karena itu kemarin sudah bertemu APPI-nya Malaysia."

"Dan di akhir tahun nanti ada kursus kepelatihan, saya sudah mendaftar dan semoga semua berjalan lancar,” pungkasnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help