Melek Investasi

Kenali Investasi Bodong! Ini Saran OJK Sumsel

Mencuatnya sejumlah kasus investasi bodong atau abal-abal membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti masyarakat

Kenali Investasi Bodong! Ini Saran OJK Sumsel
kontan
Kantor OJK 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mencuatnya sejumlah kasus investasi bodong atau abal-abal membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti masyarakat menginvestasikan uangnya ke investasi aman dan terpercaya.

Jangan mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan bunga besar di atas standar rata-rata bunga bank. Sebab investasi semacam inilah yang berujung kerugian nasabahnya.
OJK terus memberikan sosialisasi pada masyarakat agar lebih mengenal jenis investasi sebelum mempercayakan uangnya pada investasi. Sosialisasi tidak cukup satu kali karena tidak akan langsung menempel di pikiran masyarakat jadi harus terus disuarakan berulang kali agar tahu, paham dan sadar. Biasanya pelaku investasi bodong menyasar masyarakat daerah yang belum paham benar investasi aman dan sehat. OJK goes to Campus, goes to school hingga sosialisasi ke daerah dilakukan agar mamasyarakat tidak jadi korban penipuan investasi abal-abal.

Iming-iming bunga besar inilah yang kerap memperdayai masyarakat hingga berhasil menghimpun dana miliaran bahkan terliunan. Tapi di Sumsel hingga kini sejak OJK berdiri dikatakan Kepala OJK KR 7 Wilayah Sumbagsel, Panca Hadi Suryatno belum ada laporan investasi bodong di wilayah kerjanya.

"Alhamdulilah tidak ada, dulu memang ssmpat ada sebelum OJK disahkan pemerintah namanya Indo Tronik di Baturaja yang berhasil menghimpunan dana Rp 4 terliun," kata Panca, Selasa (6/3).

Ciri investasi bodong sangat mudah dikenali kata Panca yakni bunga tinggi di atas rata-rata bank, mendompleng tokoh daerah atau orang terkenal lainnya agar masyarakat percaya, hingga testemoni palsu nasabahnya untuk meyakinkan masyarakat. Jadi jika masyarakat di daerah tengah panen dan ada yang menawari investasi semacam ini jangan diikuti. Tolak saja jangan ragu dan tergiur janji palsu.

Panca mengatakan investasi aman itu yakni bermain di obligasi baik itu obligasi pemerintah atau swasta meski suku bunganya belum terlalu tinggi. Jika obligasi swasta dan ikut bermain saham maka bunganya memang lebih tinggi tapi resikonya juga besar sehingga resiko dengan bunga yang didapat sebanding. Jika enggan membeli obligasi maka deposito bisa jadi solusi. Cukup endapkan dana di bank maka akan dapat bunga lebih besar dari bunga tabungan biasa. Jika ingin untung lebih besar maka bisa pula bermain saham dan reksadana tapi disarankan membeli saham perusahaan kenamaan agar nilainya terus naik dan tidak akan rugi.

"Masyarakat perkotaan umumnya sudah paham investasi aman tapi inilah tugas kita mengedukasi masyarakat agar paham jenis investasi dan resikonya agar tidak jadi korban penipuan," jelasnya.(tnf)

Investasi bodong

- Jangan tergiur untung besar
- Kenali jenis investasi aman
:tabungan, deposito, obligasi, saham, reksadana

- Pilih saham dan obligasi terpercaya
- Arisan online juga beresiko unsur penipuan

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help