Berita Prabumulih

Rusak Parah dan Berlumpur, Warga Prabumulih Minta Jalan Nigata Diperbaiki

Rusak parahnya Jalan Nigata dan belum tersentuh pembangunan, terus dikeluhkan masyarakat kota Prabumulih.

Rusak Parah dan Berlumpur, Warga Prabumulih Minta Jalan Nigata Diperbaiki
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Jalan Nigata Prabumulih yang masih tanah merah dan rusak, Senin (5/4/2018). Rusaknya jalan nigata selain menyusahkan warga juga sering menyebabkan kecelakaan. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Rusak parahnya Jalan Nigata dan belum tersentuh pembangunan, terus dikeluhkan masyarakat kota Prabumulih.

Warga mengharapkan jalan yang merupakan jalan milik Pertamina itu dibangun pemerintah sehingga tidak menyulitkan ketika melintas.

Pantauan Tribunsumsel.com, jalan Nigata khususnya sepanjang kelurahan Anak Petai, Muaratiga hingga Kecamatan Cambai sebagian besar masih dalam keadaan belum tersentuh pembangunan atau dengan artian masih tanah merah.

Tidak hanya tanah merah saja, bahkan di sebagian jalan banyak terdapat kubangan dengan lumpur dan air kotor.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga lantaran akibat jalan rusak membuat warga khususnya pengendara sering mengalami kecelakaan di jalan nigata yang rusak parah tersebut.

"Jalan nigata rusak parah dan sering menyebabkan kecelakaan pengendara, kalau hujan kami susah melintas," ungkap Dewi (26), satu diantara warga Kelurahan Anak Petai kecamatan Prabumulih Utara ketika diwawancarai wartawan, Senin (5/4/2018).

Menurut Dewi, akibat rusaknya jalan tak jarang membuat pengendara khususnya roda dua terperosok di kubangan jalan, sementara ketika musim panas jalan akan banyak debu.
"Kami tahu jalan itu merupakan milik Pertamina namun saat ini karena sudah banyak warga bermukim di sekitar jalan, bahkan ada perumahan sehingga sudah semestinya dilakukan perbaikan," katanya.

Dahulu jalan Nigata dilakukan pembangunan secara bersama atau sharing antara Pemerintah dan Pertamina, namun Dewi mengatakan saat ini pengerjaan jalan malah tidak lagi berlanjut. "Kami terus berharap semoga pemerintah dan pertamina kembali melanjutkan program pembangunan yang dulu dilakukan dengan mengecor beton, sehingga tidak ada lagi jalan di Prabumulih yang masih tanah merah," harapnya.

Hal yang sama disampaikan Selamet (39) warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara ketika dibincangi. Menurut Selamet, meski jalan nigata dulunya merupakan jalan perusahaan dan sebagian besar digunakan untuk aktivitas perusahaan namun saat ini karena penduduk sudah ramai tinggal disana jadi ramai digunakan warga.

"Dulu masih sepi dan digunakan untuk kepentingan perusahaan Pertamina, saat ini sudah ramai penduduk dan selayaknya memang sudah dibangun untuk membuat masyarakat mudah melintasi," bebernya berharap pemerintah dan pertamina berkerjasama membangun.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkot Prabumulih, Abu Sohib ketika diwawancarai wartawan mengaku jika tahun ini pembangunan belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran.

"Keterbatasan anggaran membuat tahun ini belum ada pengerjaan pembuatan jalan, yang ada hanya pelebaran jalan Sindur, pembuatan jalan lingkungan di Gunung Kemala dan pengerjaan lanjutan gedung Serbaguna Gunung Kemala," ujarnya.

Abu Sohib mengatakan, meski demikian pihaknya akan berupaya mengusulkan pengerjaan dan pembuatan jalan nigata tersebut di tahun depan. "Untuk tahun ini semua yang kita rencanakan dan usulkan terpaksa harus kita pending karena anggaran tidak ada," tuturnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help