Berita Prabumulih

Demi Koleksi Baju Khas Daerah, Meilan Rela Keluarkan Uang Puluhan Juta Rupiah

Kegemaran mengoleksi tersebut bahkan tidak hanya dilakukan dirinya namun juga oleh keluarganya.

Demi Koleksi Baju Khas Daerah, Meilan Rela Keluarkan Uang Puluhan Juta Rupiah
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
H Meilan Ansori SAg bersama koleksi baju kaos khas dari berbagai daerah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Bagi sebagian orang, khususnya PNS menjadi pengoleksi benda-benda unik dari berbagai daerah serta berbagai jenis, mungkin hanya akan membuang waktu dan biaya saja. Namun tidak bagi H Meilan Ansori SAg.

Pria yang sehari-hari bekerja di bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda kota Prabumulih itu justru sejak belasan tahun terakhir gemar mengoleksi berbagai barang khususnya baju kaos khas daerah Nusantara atau Indonesia serta koleksi barang lainnya.

Bagi pria yang di Pemkot Prabumulih terkenal familiar, ramah, supel dan gaul itu, mengoleksi berbagai barang tersebut menjadi kesenangan serta kepuasan tersendiri. Kegemaran mengoleksi tersebut bahkan tidak hanya dilakukan dirinya namun juga oleh keluarganya. Dimana kakaknya mengkoleksi mi instan berbagai merek, ayahnya koleksi kopiah atau peci putih dari Arab.

Untuk mengoleksi baju kaos khas daerah di seluruh Indonesia, pria yang memiliki dua anak masing-masing Qonita Muharani dan Muhammad Al Fi Faturahman serta beristri Sri Siska Spd itu juga harus berkeliling tanah air untuk mengumpulkannya. Bahkan tidak hanya baju kaos dari tanah air, namun juga dari negara-negara sahabat.

Hingga saat ini sudah terdapat puluhan baju khas daerah yang dipajang anak pasangan H Lukman Hakim Idrus BA dan Hj Maryati Johan itu di kediamannya.

"Dulu awal tertariknya karena saya lihat baju kaos dari masing-masing daerah di Indonesia dan luar negeri itu beda-beda serta unik maupun bagus. Awalnya dari jalan dipajang lama kelamaan jadi makin penasaran mengumpulkan dan akhirnya jadi pengoleksi," ungkap H Meilan ketika dibincangi wartawan Tribun Sumsel, Kamis (22/2/2018).

Alumni IAIN Raden Patah Palembang--sekarang UIN--Fakultas Ushuludin jurusan Tafsir-Hadist itu menuturkan, dalam mengkoleksi baju itu dirinya terkadang mengalami kendala terlebih bekerja di pemerintahan.

"Harus jalan itu kan di saat-saat libur panjang saja, jadi tidak bisa seenaknya makanya lama koleksinya, Alhamdulilah saat ini sudah cukup banyak terkumpul," tutur pria kelahiran Prabumulih pada 14 mei 1974 itu.

Bapak yang memiliki motto hidup "Begitu Dekat Begitu Akrab" dan "Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Manusia Lainnya" itu mengatakan, selain langsung mengunjungi kota-kota untuk mendapatkan baju kaos yang menjadi incaran, tak jarang juga dirinya mendapat koleksi baju dari teman-teman yang memberikan oleh-oleh usai liburan.

"Berkat kita baik dengan orang dan banyak teman jadi mengkoleksi dan urusan-urusan lain dikerjakan dengan mudah serta terbantu, koleksi-koleksi ini akan terus dilakukan hingga semua target untuk dikumpulkan sudah seluruhnya terpenuhi," ungkap pria yang menunaikan ibadah haji pada 2005 itu seraya bersyukur apa yang dilakukan mendapat dukungan dari seluruh keluarga khususnya istri. (edison)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help