Selain di Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Palembang Bisa di Sini Tempatnya

Untuk menghindari denda, wajib pajak diimbau pemilik kendaraan bermotor (PKB) membayar 30 hari atau selambat-lambatnya saat tanggal jatuh tempo.

Selain di Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Palembang Bisa di Sini Tempatnya
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
BAYAR PKB - Sejumlah wajib pajak menungu panggilan hendak membayar pajak kendaraan bermotor di salah satu mal di Palembang, Rabu (21/2/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Untuk menghindari denda, wajib pajak diimbau pemilik kendaraan bermotor (PKB) membayar 30 hari atau selambat-lambatnya saat tanggal jatuh tempo. Apalagi saat ini pajak bisa dibayarkan di banyak tempat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Palembang II atau Samsat Palembang II, Herryandi Sinulingga, Rabu (21/2) mengatakan untuk PKB baik roda dua dan roda empat yang pembayaran pajak kendaraaannya dapat dibayarkan di seluruh point layanan Samsat di Sumsel.

Layanan Samsat pajak bisa dibayarkan di mobil Samsat Keliling, Samsat Corner dan Kantor Samsat.

Untuk Samsat Corner ada di mal-mal seperti Opi Mal, PS Mal, PIM dan PTC. Jam oprasional Samsat Corner mulai pukul 9.00 hingga 14.00.

Untuk persyaratan dan mekanisme pembayaranya yaitu bagi Wajib Pajak yang membayar pajak kenderaan bermotor nya cukup membawa KTP asli sesuai dengan nama yang tercantum dalam STNK/SKPD dan membawa STNK nya. Lalu menyiapkan biaya sesuai dengan jumlah pajak kendaraan bermotor yang mesti dibayarkan melalui kasir Bank Sumsel Babel yang terdapat di seluruh point layanan Samsat

"Kita imbau sesuai dengan Pergub No 11 tahun 2012 yaitu pembayaran PKB dapat dilakukan sebelum 30 hari menjelang jatuh tempo yang tertera di SKPD (surat ketetapan Pajak Daerah) yang pemilik kenderaan miliki," kata Herryandi Sinulangga.

Mengingat denda pajak apabila telat atau jatuh tempo lewat sehari saja dikenakan 25 persen dan jika lewat 2 bulan dikenakan 25 persen ditambah 2 persen bunga berjalan per bulan menjadi 27 persen dan seterusnya.

"Untuk itu kami terus mengingatkan kembali, maka hindarila denda pajak kendAraan dimaksud diharapkan bagi pemilik kenderaan bermotor mari Kita Bijak mengelola keuangan kita dan Bayarlah Pajak kendaraannya sebelum jatuh tempo," ungkapnya. (nda)

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved