Berita Palembang

Karena Sering Dibully, Wulan Sari Minggat dari Panti Asuhan Ingin Cari Ibu Kandungnya

Aku dari berasal Tanjungenim, tetapi sebelumnya dititipkan ke panti asuhan. Karena sering dijahati teman-teman disana, makanya aku kabur

Karena Sering Dibully, Wulan Sari Minggat dari Panti Asuhan Ingin Cari Ibu Kandungnya
TRIBUN SUMSEL/ARIF ROHEKAN
MINGGAT DARI PANTI - Wulan Sari, anak perempuan berusia 14 tahun yang minggat dari panti asuhan ketika berbincang dengan petugas Unit PPA Polresta Palembang, Rabu (21/2/2018). 

TRIBUNSUMSEL,COM, PALEMBANG - Anggota Polsek Gandus Palembang, menemukan anak perempuan terlihat kebingungan saat berada di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Gandus Palembang, Selasa (20/2) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka memutuskan membawanya ke Polsek Gandus Palembang demi keamanan. Beberapa kali dibujuk, akhirnya anak perempuan ini sedikit demi sedikit mau berbicara. Ia mengakui, bila namanya Wulan Sari yang berumur 14 tahun. Namun, ia sama sekali tidak mengetahui alamat rumahnya.

"Aku dari berasal Tanjungenim, tetapi sebelumnya dititipkan ke panti asuhan. Karena sering dijahati teman-teman disana, makanya aku kabur. Lebih baik cari ibu saja," ujarnya kepada Kapolsek Gandus Palembang AKP M Aidil, Rabu (21/2).

Selain tidak mengetahui alamat rumahnya, ia juga sama sekali tidak mengetahui siapa nama kedua orangtuanya. Wulan hanya mengetahui, bila sang ayah bekerja di Malaysia sudah sejak lama. Sedangkan sang ibu tidak diketahui keberadaannya.

Remaja berparas manis ini juga menceritakan, bagaimana ia bisa sampai ke Palembang dari Tanjungenim. Dari Tanjung Enim ia dibawa seorang perempuan bernama Rita dan dititipkan ke Dinas Sosial. Dari Dinas Sosial, ia dititipkan ke panti asuhan.

Beberapa lama dipanti asuhan, ia merasa tidak tahan. Karena, selalu diintimidasi teman-temannya yang ada di panti asuhan. Sering diintimidasi dan dipukul, akhirnya ia memutuskan kabur dari panti asuhan saat malam hari. Tetapi, karena tidak tahu harus kemana, ia menjadi kebingungan.

"Kemarin, pernah nyuri uang di rumah tangga. Uangnya untuk jajan, karena aku tidak pernah jajan. Ayah sama ibu tidak ada, aku mau minta dengan siapa. Makanya aku nyuri," katanya polos.

Kapolsek Gandus Palembang AKP M Aidil menuturkan, karena dia kebingungan ditanya alamat, sehingga diputuskan untuk dibawa ke Polsek Gandus. Sudah diberi makan dan disuruh mandi, siang harinya baru dilakukan upayakan untuk bertanya kepadanya. Tetapi, ia sempat tidak mau berbicara meski sudah dibujuk.

"Katanya ia mau mencari ibunya. Ketika ditanya keberadaan ibunya, ia sendiri tidak tahu dimana. Mungkin masih syok dan bingung," jelasnya.

Aidil menjelaskan selama di panti , bila Wulan juga sempat bercerita setelah dibujuk. Bila ia selalu diintimidasi teman-temannya saat di panti. Selain itu, tidak disekolahkan maupun diajarkan mengaji. Saat dipanti, hanya disuruh beres-beres panti.

"Untuk bisa meminta keterangannya lebih lanjut, akhirnya diputuskan untuk dilimpahkan ke Unit PPA Polresta Palembang. Diharapkan, dengan Polwan yang nantinya akan memintai keterangan darinya bisa terbuka semua asal dan alamatnya dimana," ujar Aidil. (ard/arf)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved