Herman Deru Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW

Mantan Bupati OKU Timur ini datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan pakaian koko putih dan peci hitam. Kedatangan

Herman Deru Hadiri Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW
REL
Masyarakat dan para Alim Ulama menyambut kedatangan Calon Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, dalam tabligh akbar Maulid Mualid Kubro Nabi Agung Muhammad SAW, yang diselenggarakan Majelis Thariqah di Jalan Sukarela, Palembang, Minggu (18/2) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Masyarakat dan para Alim Ulama menyambut kedatangan Calon Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, dalam tabligh akbar Maulid Mualid Kubro Nabi Agung Muhammad SAW, yang diselenggarakan Majelis Thariqah di Jalan Sukarela, Palembang, Minggu (18/2)

Mantan Bupati OKU Timur ini datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan pakaian koko putih dan peci hitam. Kedatangan Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Sumsel langsung disambut lantunan selawat Nabi oleh jemaah majelis Thariqah

Guru besar Majelis Thariqah, KH Syech Muhammad Yusuf MR menilai sosok dan figur seorang Herman Deru sangat pantas memimpin Sumatera Selatan lima tahun kedepan

"Mari, Kita sama - sama mendoakan, semoga Allah kabulkan hajat Pak Herman Deru untuk menjadi Gubernur Sumatera Selatan,"ucapnya

Bukan hanya Alim ulama, masyarakat yang hadir dalam tabligh Akbar tersebut menintip doa dan harapan, Supaya pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya dapat membawa perubahan agar Sumatera Selatan maju

"Semoga dibawah kepemimpinan Herman Deru, Pemerataan pembangunan dapat terwujud,"harap, Amran (40) salah warga yang tinggal di kecamatan Sukarame

Sementara itu, Bakal calon Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerangkan kehadirannya dalam tabligh akbar ini dalam rangka bersilahturahmi bersama masyarakat dan para alim ulama bukan berkampanye

Dilain itu, Pria kelahiran 17 November 1967 berpesan agar masyarakat dapat menghilangkan penyakit masa bodoh alias cuek

"Di Papua busung lapar, Jawab Barat penyakit Dikteri. Dan saya perhatikan di provinsi kita, khususnya yang tinggal di kota hampir menderita penyakit masa bodoh,"terangnya

Diterangkannya, Salah satu penyebab penyakit masa bodoh ini adalah kemajuan teknologi. Terutama sekarang ini dalam bentuk hanphone

"IT sangat penting, tetapi tidak juga meninggalkan kaidah - kaidah yang berlaku di lingkungan dan agama Islam,"harapnya.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help