Mualaf Sejak Remaja, Keturunan Tionghoa Berprofesi Ojek Online Kumpulkan Uang Demi Lakukan ini

Di usia yang masih tergolong muda, yakni 13 tahun itu juga, Hasan memutuskan masuk Islam dan menjadi mualaf

Mualaf Sejak Remaja, Keturunan Tionghoa Berprofesi Ojek Online  Kumpulkan Uang Demi Lakukan ini
ISTIMEWA
Ali Hasan (kanan) warga keturunan Tionghoa yang berprofesi Tukang Ojek Online, berfoto di sela-sela ibadah umroh bersama Kepala Cabang Arminareka Perdana Palembang H Dede Yusa. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Di tengah hiruk pikuk perayaan Imlek, Ahmad Hasan, justru sedang khusuk-khusuknya menikmati ibadah umroh di Tanah Suci.

Ya, Ahmad Hasan, salah satu keturunan Tionghoa yang memilih menjadi mualaf dan mendapat kesempatan melaksanakan umroh berangkat 5  Februari lalu.

Berasal dari marga Lien Hok Young,  Hasan lahir di Semarang 11 Desember 1976. Dia lalu diboyong ke Palembang dan besar di kota pempek, menyelesaikan pendidikan di SD xaverius IV Palembang.

Cobaan hidup dihadapi Hasan. Pada tahun 1981 mengalami kecelakaan, korban tabrak lari.

Hasan yang waktu itu berusia lima tahun mengalami koma 21 hari.

"Alhamdulillah saya masih mendapat kesempatan hidup kedua dan kembali hidup sehat dan normal," katanya bercerita via Whatsapp, didampingi Kepala Cabang PT Armiraneka Perdana Palembang, Dede Yusa Chairunnas di sela waktu senggang saat memasuki ibadah umroh hari-hari akhir di Arab Saudi, Rabu (14/2/2018).

Usai sembuh dari sakit, Hasan menjalani hidup yang keras.

Dia tak melanjutkan sekolah tapi justru bekerja asal mendapatkan uang yang halal.

"Saya pernah jualan koran lalu jadi kuli pasar sejak umur 13 tahun," katanya.

Hidup berbaur dengan warga masyarakat membuat Hasan dekat dan akrab dengan Islam.

Halaman
12
Penulis: Lisma
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved