TribunSumsel/

Wow, RSUD Muaraenim Miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Sendiri, Ini Fungsinya

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD HM Rabain Muaraenim yang berkapasitas 180m3 diresmikan secara simbolis oleh Bupati

Wow, RSUD Muaraenim Miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Sendiri, Ini Fungsinya
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Bupati Muaraenim,Ir Muzakir Sai Sohar didampingi Kajari Muaraenim,Rustam dan Direktur RSUD Muaraenim,Suwandi Safitra saat meresmikan IPAL RSUD 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM - Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD HM Rabain Muaraenim yang berkapasitas 180m3 diresmikan secara simbolis oleh Bupati Muaraenim,Ir Muzakir Sai Sohar, Rabu (14/2).

Seperti yang dikatakan oleh Direktur Muaraenim'>RS HM Rabain Muaraenim,dr Suwandi Safitra SpA bahwa pembangunan IPAL ini dilakukan sehubungan dengan adanya pengembangan gedung Muaraenim'>RS HM Rabain Muaraenim dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 273.

"Yang terdiri dari gedung lama, VVIP,Anak,dan kelas III dengan bertambahnya ini tentu volume pemakaian air perhari juga akan bertambah,sehingga diperlukan alat pengolahan limbah cair yang memenuhi kapasitas 273 tempat tidur dan pemakaian air minimal 140 M3 perhari." katanya.

Dikatakan Suwandi,untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2017.

"Dana tersebut kita alokasikan untuk pengadaan alat pengolah air dan limbah dengan kapasitas 180 m3 perhari dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 360," jelasnya.

Ia juga mengatakan kapasitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengolahan air limbah cair yang dihasilkan RSUD HM Rabain Muaraenim dengan tempat tidur sebanyak 273 dan limbah dari unit laundry,labor dan dapur rumah sakit.

"Kita memiliki IPAL ini sejak tahun 2005 dimana saat itu kapasitasnya hanya 48 M3 dengab kapasitas tempat tidur sebanyak 96 dan sumber limbah berasal dari gedung tahap 1 dengan jumlah pemakaian air sebanyaj 47.25 M3 perhari," jelasnya.

Kemudian lanjutnya pada tahun 2010 pihaknya kembali membangun IPAL dengan kapasitas 80M3 perhari dengan jumlah tempat tidur sebanyak 110.

" Dengan sistem limbah yang berasal dari kegiatan operasional rumah sakit,kegiatan rawat inap,kantor,laundry, dapur dan jumlah air limbah yang di hasilkan sebesar 60 M3 perhari," jelasnya.

Ditambahkan Suwandi, dengan dibangunnya IPAL ini air limba yang dihasilkan dari RS akan masuk kedalam sistem dan tersaring sehingga jika airnya dibuang itu sudah aman dan tidak akan merusak lingkungan.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help