Berita Prabumulih

Tertibkan Baleho Reklame, Pemkot Prabumulih Malah Diancam Akan Digugat Pemilik

Penertiban baleho dan papan reklame tanpa izin atau liar oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah kota Prabumulih

Tertibkan Baleho Reklame, Pemkot Prabumulih Malah Diancam Akan Digugat Pemilik
tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Penetapan Pasangan Calon Untuk Pilkada 2018, Panwaslu Lubuklinggau Tertibkan Baliho Liar 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Penertiban baleho dan papan reklame tanpa izin atau liar oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah kota Prabumulih, ternyata berbuntut panjang.

Pasalnya, pihak pengelola dan pemilik reklame yang diduga tanpa izin dan tidak pernah membayar pajak izin mendirikan bangunan (IMB) protes dan berencana menuntut BKD Pemkot Prabumulih.

Tidak hanya itu, beberapa pemilik reklame dan baleho bahkan mendatangi dan menelpon langsung kepala BKD Pemkot Prabumulih untuk bertanggungjawab diproses hukum.

Baca: Ditangkap Karena Narkoba, Fachri Albar Tuai Pujian ketika Baca Al Quran, Suaranya Merdu Banget

"Ya jika memang harus ditertibkan hendaknya jangan tebang pilih saja," ungkap Ian, satu diantara warga yang memasang reklame di depan tempat usahanya, Rabu (14/2/2018).

Banyaknya keberatan pemilik tiang pancang baleho reklame dan bahkan akan menggugat ke ranah hukum tersebut, langsung mendapat respon kepala BKD, Jauhar Fahri SE Ak.

Jauhar menegaskan, sebelum melakukan pembongkaran atau penertiban walikota Prabumulih telah melayangkan 3 kali surat peringatan untuk membongkar tiang pancang reklame sepanjang Jalan Sudirman Prabumulih.

Baca: Ditangkap Karena Narkoba, Fachri Albar Tuai Pujian ketika Baca Al Quran, Suaranya Merdu Banget

"Memang benar adanya peringatan itu, surat peringatan tersebut sepenuhnya telah mengacu aturan yang berlaku antara lain Perda No 28/2003 tentang Ketenteraman dan Ketertiban, Perda No 2/2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Perda No 2/2014 tentang Retribusi IMB," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Edison
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help