Berita Palembang

Tak Terima Dibilang Punya Utang, Ferdi yang Sedang Mabuk Tusuk Tukang Becak Hingga Tewas

Saat itu korban yang berprofesi tukang becak sedang mangkal di kawasan Jalan Tenggkuruk tepatnya di depan Blok A, 16 Ilir Kecamatan IT I, Palembang.

Tak Terima Dibilang Punya Utang, Ferdi yang Sedang Mabuk Tusuk Tukang Becak Hingga Tewas
gbtimes
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korbanya meninggal dunia yakni Feri Agustina (27) warga Jalan Sido Ing Lorong Pancasila Kecamatan Gandus, Palembang, akhirnya berhasil diringkus unit curanmor Polresta Palembang, Senin (12/2), sekitar pukul 22.00.

Kedua pelaku tersebut yakni, Ferdiansyah (30), dan Gabak (30), warga Jalan Depaten Baru RT 22/01 Kelurahan 28 Ilir Kecamatan IB II, Palembang.

Kedua berhasil diringkus petugas curanmor saat berada di rumahnya masing-masing.

Saat itu korban yang berprofesi tukang becak sedang mangkal di kawasan Jalan Tenggkuruk tepatnya di depan Blok A, 16 Ilir Kecamatan IT I, Palembang.

Diduga, karena cek-cok mulut masalah hutang piutang dan dituduh korban mempunyai hutang. Tak terima dua pelaku pun langsung menikam korban yang saat itu duduk di dalam becaknya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami dua luka tusuk di bagian dada dan meninggal dunia.

" Jujur pak saya khilaf pak melakukan ini. Ini lantaran saya tidak terima dikatanya punya hutang. Tapi karena mabuk malam itu saya pun menujah (menusuk) korban," Ungkap Ferdiansyah bersama Gabak yang mengaku salah, Selasa (13/2).

Keduanya juga mengaku tak ada niat ingin membunuh korban. Namun karena darah korban banyak keluar, jadi korban pun meninggal dunia.

"jujur pak kami mengaku salah, tapi kami tidak ada niat membunuh korban. Kami pun meminta maaf kepada keluarga korban," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas, Iptu Samsul, mengatakan, benar kedua pelaku berhasil ditangkap setelah keberadan keduanya berhasil diendus," Kini kedua masih dalam
pemeriksaan petugas.

Atas ulahnya keduanya diancam Pasal 170 KHUP dan 351 KHUP, ancaman hukum 9 tahun penjara," Ungkapnya 

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved