Izin Asuransi Jiwa AXA Life Indonesia Dicabut OJK, Bagaimana Nasib Pemegang Polis Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha perusahaan asuransi jiwa PT AXA Life Indonesia(ALI).

Izin Asuransi Jiwa AXA Life Indonesia Dicabut OJK, Bagaimana Nasib Pemegang Polis Asuransi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha perusahaan asuransi jiwa PT AXA Life Indonesia(ALI).

Hal ini sehubungan dengan telah bergabungnya perusahaan asuransi jiwa tersebut dengan PT AXA Financial Indonesia (AFI).

Dengan adanya proses peleburan alias merger dua entitas asuransi tersebut, bagaimana nasib nasabah pemegang polis Axa Life? Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/2/2018), pihak AXA Financial Indonesia menyatakan, hak dan kewajiban pemegang polis akan beralih kepada AFI.

Baca: Gagalkan Penalti Pemain Arema, Teja Paku Alam Ungkap Kunci Rahasianya, Karena Hal ini

"Seluruh hak dan kewajiban terhadap pihak ketiga, kreditor dan pemegang polis akan beralih kepada AFI," tulis perseroan.

Selain itu, pihak AFI pun telah sepakat untuk menerima seluruh karyawan ALI. Perseroan pun menyatakan akan terus berkomitmen untuk melanjutkan pelayanan terbaiknya kepada seluruh pemegang polis, serta dengan seluruh karyawan dan mitra kerja.

Baca: Wow ! 10 Negara Dijamin Jadi Lokasi Paling Aman Jika Perang Dunia 3 Terjadi, Ada Indonesia? Ternyata

Baca juga: Gabung dengan AXA Financial, Izin Usaha AXA Life Indonesia Dicabut

Pencabutan izin usaha AXA Life Indonesia berdasarkan SK KDK KEP-2/D.05/2018. Surat tersebut diterbitkan pada tanggal 19 Januari 2018 tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Asuransi Jiwa PT AXA Life Indonesia.

Dalam penggabungan tersebut, semua aset AXA Life Indonesia serta kewajibannya akan dialihkan ke AXA Financial Indonesia. Kepemilikan saham AFI adalah AXA Asia sekitar 91 persen.

Baca: Lama Tak Terdengar, Penyanyi Siti Nurhaliza Bawa Kabar Baik Ini, Netizen: Semoga Dipermudahkan!

Adapun penggabungan dua perusahaan asuransi ini guna memenuhi amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Asuransi dan Peraturan OJK Nomor 67 Tahun 2016 terkait pengendalian atau kepemilikan tunggal.

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help