Sakit Hati Dibilang Belum Juga Menikah, Ia Cekik Ibu Hamil Ini Sampai Meninggal

Merasa sakit hati akibat lontaran pertanyaan korban pada siang hari itu, FN kemudian berpura-pura bertamu ke rumah korban‎ dan kemudian tersangka

Sakit Hati Dibilang Belum Juga Menikah, Ia Cekik Ibu Hamil Ini Sampai Meninggal
hakim baihaqi/tribun jabar
FN (28) tersangka pembunuhan ibu hamil di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, diringkus aparat kepolisian Polres Garut. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNSUMSEL.COM, GARUT - Kepolisian Resor (Polres) Garut mengungkap kasus pembunuhan terhadap ibu hamil delapan bulan, IA (31) di Kampung Pasir Jonge, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Jum'at (19/1/2018).

‎Sebelum kejadian pembunuhan tersebut terjadi, ‎IA saat itu tengah berdiam diri di depan rumah sambil bertanya kepada FN (28) yang saat itu melintas kediaman IA.

"Geura kawin, era ku batur, batur mah geus boga budak, ai maneh teu kawin-kawin," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Senin (29/1/2018).

Merasa sakit hati akibat lontaran pertanyaan korban pada siang hari itu, FN kemudian berpura-pura bertamu ke rumah korban‎ dan kemudian tersangka masuk ke dalam rumah, setelah dipersilahkan masuk oleh korban.

Setelah dipersilahkan masuk, saat korban masuk ke dalam kamar, FN mengikuti dan mendorong IA hingga jatuh tersungkur ke atas ranjang.

Selanjutnya, FN mencekik IA sekuat tenaga dan menggigit jari IA karena memberikan perlawanan saat sedang dilakukan pencekikan.

Untuk memastikan IA sudah tidak berdaya akibat cekikan tersebut, FN pun menginjak leher korban hingga tidak bernafas atau meninggal dunia.

"Kemudian, FN pun mengambil barang-barang yakni uang sejumlah Rp 800 ribu dan satu buah telepon genggam milik korban," kata Budi.

Atas kejahatan tersebut, aparat kepolisian mengumpulkan beberapa barang bukti di antaranya satu sepeda motor,‎ satu bantal, sendal jepit, lap kain, dan satu buah daster.

Akibat perbuatannya tersebut‎, FN dijerat pasal pasal 340 KUHP,pasal 338 KUHP, dan pasal 365 KUHP ayat 1, 2, dan ayat 3.

"Ancaman kurungan penjara seumur hidup," ujarnya.

Menurut informasi, FN berhasil ditangkap aparat kepolisian pada Jum'at (26/1/2018) di Kalideres, Jakarta.

"Tersangka ditambak di bagian kaki karena memberikan perlawanan," ujarnya.(*)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help